Cheer up! Life goes on!

Saya prihatin mendengar cerita dari co-mentor tentang betapa Agung dan Bio masih down setelah gagalnya mereka di ajang King and Queen. Hal yang semula saya anggap remeh itu menjadi nggak remeh lagi setelah membaca curhat Agung.

 

Iya, saya tahu, saya juga pernah kalah dalam suatu ajang. Memang sakit rasanya. Seorang rekan senior juga malah pernah limbung setelah kalah dalam suatu seleksi bulan Juli lalu di Ma Chung. Memang tidak mudah menerima kekalahan. Lha kalau rekan itu saja yang sudah jauh lebih matang bisa limbung, apalagi kedua mentee saya ini yang masih sangat muda.

 

Saya harap Agung dan Bio bisa melihat blog saya dan menemukan posting yg tepat tentang menerima kekalahan. Pada intinya, saya akan mengatakan bahwa there is more to life than just winning a contest. Bahwa dalam hidup kita juga telah banyak meraih kemenangan, yang memang tidak  diimbal dengan hadiah dan pengakuan orang banyak, tapi pasti tidak akan luput dari pengamatan Nya. Agung dan Bio, kalian tuh sudah memenangkan UNAS, memenangkan seleksi masuk Ma Chung, memenangkan pergulatan melawan keengganan untuk mengikuti ajang ini, mengalahkan hawa nafsu untuk bolos kuliah atau rame sendiri di kelas. Kalian tuh winning the game every second of your life. Enjoy it!

 

Kedua, kalian harus bisa menerima fakta bahwa sekalipun kalian sudah berjuang sekuat tenaga, pada kenyataannya ada yang lebih baik daripada kalian, dan berhak menjadi juara. Itu saja. Titik. Sekali kalian berdua menerima fakta ini dan merasa lega, kalian akan bebas dari perasaan duka berkepanjangan. “Lha gimana caranya merasa lega, Pak?” mungkin mereka akan tanya. “Gampang!” jawab saya. “ Stop seeing things from your ego. Get on with your life. Be busy with other stuff; do your hobbies, chat with friends, start studying for your classes, do some sports, spend more time laughing, and bla bla bla, so many others. Life goes on!”

 

Saya agak be-te kemarin setelah nggak bisa menemui Agung dan Bio. Sampe keluar masuk BalPer waktu SOE, setiap kali melihat ke deretan mahasiswa untuk menemukan mereka, eh, kagak ketemu juga. Nggak nyangka bahwa fungsi mentoring saya justru akan bermula dari acara se ngglethek King and Queen begini. Yah, tapi saya kan udah janji membimbing para mentee saya ini dalam hal-hal non-akademik. Se ngglethek apapun masalah mereka di mata saya, saya mesti siap memberikan encouragement buat mereka. Karena nggak bisa ngomong sendiri sama mereka, ya udah, saya nulis posting ini aja. Semoga bisa membantu.

3 Comments

  1. Thanks pak, saya udah baca blog bapak yang bikin saya bisa bangkit…it lho, “SEx in the office”…hahahahaha
    gila lucu bgt!!!

    oh kmarin itu bapak nyari saya toh, saya itu duduk d belakang bapak….pantes aja keliatan bingung…hehehe…

  2. yang kemarin udah lewat saya jadikan pelajaran. tenang saja pak, saya ga bakal gantung diri di pohon tomat. semua sudah aman terkendali…..hehehe

    karena perang yang sebenarnya baru saja dimulai….KULIAH…
    itu yang akan menjamin masadepan saya, but, satu kendala yang saya hadapi sekarang adalah ga bisa buka MLG karena belum dapet account..
    padahal materinya sudah di upload….

    oh iya, tolong sekalian diedit cerita saya ttng SORRY…(2), biar ga jadi masalah…kalimat-kalimat yang ga penting dan dapat menimbulkan bad effec di eliminasi aja deh pak…..hehehe

    btw, blog ttng “SEx in the office” itu beneran pak???

  3. maaph ya pak…
    saya masih takut ktemu bapak…
    bukan karena bapak serem..
    tapi karena saya malu..

    pamilihan king and queen itu..
    ya life must go on memang…
    tapi…
    nyatanya masih berdampak sampe sekarang..

    apa benar masih ada kesempatan lain…
    kan ada yang bilang kesempatan nggak datang 2 kali..
    yia…
    bio harap masih ada pak…
    dan itu nggak membuat kcewa lagi…

Leave a Reply