Sarapan hari ini

Tertawa beresiko tampil konyol. Menangis beresiko tampil cengeng. Merengkuh orang lain beresiko keterlibatan. Membukakan perasaan beresiko menampilkan dirimu sejati. Mengemukakan ide-ide di hadapan orang lain beresiko idemu dicuri orang. Mencintai beresiko tidak berbalas. Hidup beresiko mati. Berharap beresiko kecewa. Berusaha beresiko gagal. Mblogging beresiko kena SP. Akan tetapi, resiko tetap harus diambil. Ancaman terbesar dalam hidup ialah tidak mau memeluk resiko. Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan melakukan apapun, tidak memiliki apapun, dan bukan apapun. Dia mungkin bisa menghindari sengsara dan sesal. Tapi dia tidak bisa belajar, merasa, berubah, bertumbuh, dan mencintai. Dia budak yang terbelenggu keyakinan. Hanya pengambil resiko yang tidak membentengi kebebasannya.
(Robert Holden, Timeless Wisdom for a Manic Society, 2005).

Ini bekal buat para mentee saya untuk menjalani hidupnya di Universitas Ma Chung, bahkan juga kelak kalau sudah mengarungi hidup luas. Semoga memberikan semangat. Jangan takut mengambil resiko, menangislah kalau sedih, dan terbahak-bahaklah kalau sedang happy. Hidup memang kadang ngeri, tapi selagi kita masih disini, ya mari kita nikmati.

Cheers,
Patrisius

4 Comments

  1. Nah ini saya setujoe bangedz…..
    Terus terang aja untk menghadapi masa depan (kawin, punya anak, ngurus anak, de el el) saya takut bgt!! Terlalu banyak bayangan2 yang aneh2….(mikir apa seh?)

    seperti kata pak patris, itu semua resiko yg harus d hadapi….kalo enggak ya jd “LOSER”

  2. Agoeng, yang dipikirin kok langsung kawin, ha ha ha!

    (Serius) Iya, ding, pasti. Justru memulai keluarga itu sesuatu yang berat dan penuh resiko, krn memang gak ada referensinya.

    But untuk saat ini, kamu harus mikir gimana caranya dapat IP bagus, lulus cepat, dengan cum laude, sehingga dapat kerja, punya nafkah, dan terus . . . kawin. Lah kok balik maneh se?? 🙂

  3. Oc boz…program saya yg pertama mau improve english dulu, tp d barengi mata kuliah lain tentunya…
    Biasanya penyakit apa sih yg menghambat cum laude?

  4. Agung,

    Penyakit penghambat cumlaude adalah asmara gak sehat (alias malah bikin be-te, gak supporting blas), perut lapar, dan yang paling sering: kehilangan motivasi. Kamu harus haus nilai bagus, haus prestasi, haus ambisi sehat supaya bisa punya cukup banyak bahan bakar utk melesat ke panggung menerima gelar Cum Laude!

    Patrisius

Leave a Reply