No problemo!

Saya baru nyadar sekarang betapa kita semua berharap bahwa fungsi mentoring yang satu ini tidak usah terjadi: membantu mentee memecahkan masalah pribadinya.

Betul kan? Bukankah jauh dalam hati kecil kita berharap para mentee ini tidak pernah mempunyai masalah pribadi yang sangat serius sehingga mengganggu pelajarannya?

Setiap kali ketemu mentee, saya selalu bertanya, “Gimana kabarnya? Ada masalah?”, dan sejauh ini jawaban para mentee saya adalah “Nggak, Pak, semua masih oke-oke saja”. Bukankah saya sendiri juga akan sangat happy kalau sampai lulus kelak jawaban mereka tetap sama seperti itu?

Tidak ada masalah. Mulus dan lancar sampai wisuda.

Ya, nggak mungkinlah nggak ada masalah sama sekali. The problem is: apakah masalah itu disampaikan ke mentornya (baca: saya) atau enggak.

Seandainya enggak, pasti ada alasannya. Mungkin omongan saya nggak nyambung dengan mentee yg sedang bermasalah ini; mungkin juga sungkan atau ngeri dengan saya, karena satu dan lain hal. Nah, jika ini terjadi, silakan gunakan layanan konseling di UMC ini. Bu Maria adalah konselor universitas. Kalau memang ada masalah yang sangat mengganggu, temui Bu Maria dan bicarakan dengan beliau.

Ya, sekali lagi harapan di atas terulang lagi: semoga tidak ada satupun mentee Curcuminoid yang mengalami masalah berat.

Bukankah itu harapan kita semua? No problemo, sampai lulus.

Having said that, sebenarnya ya sudah ada satu dua orang mentee yang mulai punya masalah. Tapi mereka lebih suka ngomong pribadi dengan saya, entah lewat YM atau ketemu langsung. Ya, nggak apa-apa juga; sejauh saya nggak sibuk akan selalu ada waktu buat mendengarkan curhat mereka. Dan saya juga bisa sangat maklum kenapa mereka memilih untuk bicara via japri (jalur pribadi); kan nggak semua orang bisa kayak Agung yang dengan enteng men sharingkan masalahnya ke kelompok.

O, ya, satu pesan buat para mentee yang selalu saya ulang-ulang sejak mentoring tadi siang: jaga sikap di kelas. Jangan berisik. Saya tidak mau ada dosen komplain soal salah satu dari kalian yang jadi biang ribut di kelas. Ini sudah jadi ‘keprihatinan nasional’ di UMC, terutama di kalangan para dosen. Ok? Perhatikan, dan . . . laksanakan!

7 Comments

  1. wah…kalo hidup tanpa maslah seperti sayur tanpa garam, kurang enak- kurang sedap….Sayaaaaang…bagi yang kurang berkenan melihat inul bergoyang, jangan maraaaahh…maafkanlah….(maaf jadi nyanyi nie…hehehe)
    yah gitu deh pokoknya, dengan adanya masalah maka kita dapat bersikap lebih dewasa dan bijak, tapi kalo masalahnya udah kelewatan itu bisa bikin kita depresi dan kalo parahnya sieh bisa GILA. jadi bagi kalian yang punya masalah jangan ragu-ragu buat sharing ama kita, paling engga dengan berbagi kita akan merasa lebih lega meski masahnya engga clear 100%.

    memang terkadang masalh kita engga pantes untuk dibicarakan di hadapan umum, seperti saya ada beberapa masalah yang enggak saya booming di hadapan kalian tapi saya masih tetep sharing dengan pak patris (maaf merepotkan)…..beliau ga langsung ngasi instan solution tapi dengan berbagi lega.

    ini cuma iseng : buat pak patris, mereka agak sungkan cerita mungkin karena mereka agak takut liat bapak (tikus aja takut), oleh karena itu sebaiknya wajah bapak ditaruh dulu di rumah terus beli wajah baru di matos (yah…yang mendekati saya lah…hahaha). atau kemungkinan ke-2, mereka itu grogi karena bapak terlalu ganteng dan mempesona sehingga untuk ngomong aja sampai keluar keringat ..(waktu saya nulis kalimat ini,saya sambil muntah-muntah pak).
    koment terakhir ini cuma buat sekedar hiburan aja….jangan diamsukkan ke hati… 🙂

  2. Ralat : paragraf 2 itu sebenarnya :
    ….beliau ga langsung ngasi instan solution, tapi dengan berbagi paling enggak hati ini jadi lebih lega.

  3. Ha ha ha, kurang azaaar si Agung, aku disuruh ninggalin muka, hua ha ha! Wah, wis gak ketulungan, terpaksa saya ketawa dewe di depan komputer! Wis, gak ja im blas, apalagi waktu sampe bagian yang ‘muntah-muntah’ itu, hoa ha haaaaaa!

    Ya, Agung benar, kalau dia lagi curhat sama saya, sy juga nggak bisa ngasih instant solution soale masalah Agung nih beroaatt:) Jadi pesannya, kalau mau curhat, silakan, percayalah, ngomong ttg beban itu sudah melegakan ati kok.

    Salam,
    Patrisius doank geto loh!

  4. ya emang gitu pak kalo masalah saya itu emang kelas tinggi, ga biasa ama masalah kelas rendah…hahahahaa…..

    saya yakin nanti pulang dari machung, pak patris pasti langsung pergi ke Matos…iya khan!! 🙂

Leave a Reply