Forkomil Nikmatnya Kayak Ngemil

Sesi Forkomil setiap Selasa sore jam 3 di Li Zheng Dao menjadi acara favorit saya di Ma Chung. Para mentee, ayo sekali-sekali join sesi ini, dijamin nggak rugi.

Suguhannya bervariasi. Pertama ada Pak Yufra dengan interdisciplinary approach, terus Bu Shinta dengan manfaat Klorofil buat kesehatan, terus barusan Bu Shulamite dengan topik akuntansi versus manajemen. Semua topik ini memperkaya wawasan saya tentang bidang-bidang lain di luar pendidikan bahasa yang saya tekuni selama ini. Seneng aja mencicipi berbagai ulasan rekan-rekan tersebut.

Dan yang bikin lebih nikmat adalah melihat bagaimana antusiasnya para dosen dan mahasiswa menanggapi topik dengan menggunakan bahasa Inggris. Wow! Sepanjang karir saya di berbagai PTS (Widya Karya, Ubaya, WM) baru kali ini ada forum yang bisa menyatukan mahasiswa dan dosen dalam suatu perspektif “ kehausan” akan ilmu, dan . . . dalam bahasa Inggris pula!

Yah, terus terang memang bahasa Inggrisnya nggak perfect amat. Ada aja pengucapan yang bikin telinga saya (dan para rekan dari Prodi Inggris lainnya) geliii: “effort” diucapkan “ifort”, “interested” dikacaukan dengan “interesting”, “analysis” jadi “enelaisis” dan sebagainya; tapi secara keseluruhan, omongan bahasa Inggrisnya cukup bisa dimengerti. Salut! Jarang loh ada komunitas di kota kecil kayak Malang yang dengan sangat pe-de berbicara topik ilmiah dengan bahasa Inggris. Pertimbangkan ripple effectnya: akan semakin banyak mahaiswa dan dosen yang cukup pe-de untuk mengutarakan pikirannya dalam bahasa ini, suatu tanda sehat menuju ke arah Ma Chung as an International University.

Satu lagi yang bikin tambah nyaman: semua yang ada disitu hadir secara sukarela. Akibatnya dahsyat: jarang sekali ada wajah terkantuk-kantuk atau mulut-mulut yang omong sendiri, karena semua merasa berniat penuh ingin mempelajari sesuatu yang baru.

Yah, ikut Forkomil memang nikmatnya seperti ngemil: nggak akan kenyang, karena materi hanya disajikan padat singkat kurang dari dua jam, tapi cukup menambah pengetahuan. Plus bonus guyonan yang sesekali menyeruak karena tanggapan para hadirin terhadap cara penyajian atau topik yang disajikan. Sersan, serius en santai. Ibarat orang ngemil: sedikit, tapi tetap enak!

Sekali lagi, para mentee Curcuminoid, jangan ragu-ragu untuk sesekali bergabung dengan kami para dosen di sesi Forkomil ini. Lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Enak diikuti, dan perlu!

Woo-hooo!
Patrisius

4 Comments

  1. waduh pak klo ngemilnya kayak gtu gmana makannya, berat banget,,,,,,,,

    emgnya itu kayak presentasi gtu y pak???????
    jdi penasarn pengen ikut tpi kq bahasa inggris..T_T

    pak sya mw tanya gmana caranya qt kirim artikel di sini?????
    penasaran banget….
    ya bwt ngeramein jagad maya qt gtu…

    salam CCCUUURRRR!!!!(salam baru qt katanya agung)

  2. wah, sebenernya saya dari dulu pengen ikut, tapi saya sempet tanya ama andreas katanya cuma dosen n staf doang dan g ada mahasiswa gt…
    jadinya malu ikt…..

    setelah tau yg ikt jadi pengen nieh….tapi kalo bahasa inggris pasti sangat sulit saya cerna. tapi gpp lah sekalian belajar mendengarkan biar terbiasa.

    tapi berhubung besok kuis besar, jadi sebaiknya saya lebih fokus belajar dulu biar besok ga mati kutu…..

    RPL dan Matematika I……aku datangggggg……!!!!!!!!!!!!

  3. buat ade, nanya itu ke anak IT doonkkk……
    saya akan “membimbing” kamu menuju jalan yang benar guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan (tujuan gw aja).

    ga usah sungkan – sungkan kalo nanya ama saya, cukup bayar charge nya aja kq, ga mahal….harga bisa nego!!!!

    ntar kalo ada forkomil lagi kita ikut nyoookkkk!!!!
    jadi ga sendiri jadi sapi ompong….

  4. Ade, untuk posting artikel (alamaak, istilahnya kok “artikel”, posting aja gitu loh) disini, coba kamu buka http://machungaiwo.wordpress.com, terus di bawah user name kamu ketik: “********”, dan passwordnya **********, ha ha ha, sori. Tanya agung deh. Maaf gak bisa saya tulis disini karena itu kan rahasia kita di Curcuminoid. Entar deh saya kirim kamu e-mail untuk masuk ke blog ini dan nulis posting.

    Iya, Forkomil tuh dalam bentuk presentasi, tapi yang presentasi hanya dosen, mahasiswa bisa mendengarkan dan bertanya. Saya terkesan sama beberapa kakak kelas kalian yang rajin datang dan bertanya dalam bahasa Inggris. Wih, keren! Tapi kalau belum bisa bahasa Inggris, pake bahasa Indonesia juga gak papa.

    Agung, lha ya itu manfaatnya Forkomil: meningkatkan kemampuan listening dalam bahasa Inggris. So you must come, I insist, ha ha ha!

    Cuur,
    Patrisius

Leave a Reply