The Secret

Para mentee dan mentoo yang saya kasihi dan so pasti mengasihi saya (halah!),

Kalian pasti tahu buku atau DVD yang judulnya “The Secret”. Propaganda khas kaum New Age yang intinya mengatakan: “Engakulah penentu nasibmu sendiri! Kalau kau bilang, ‘aku bisa”, kau akan benar-benar bisa; kau bilang, ‘aku kaya’, maka kau akan kaya sungguhan; kau bilang ‘aku terkenal’, maka dalam waktu tak lama kau akan menikmati popularitasmu”.

Ketika masih awal 30-an tahun, saya pernah terbuai oleh pemikiran revolusioner macam ini. Tapi ternyata seiring dengan berjalannya waktu dan saya mengalami sendiri betapa dahsyatnya badai dunia bisa menggoyahkan hidup seorang pria dan betapa masih ada Tuhan di atas tuhan, saya sudah tidak terpikat lagi pada yang begituan. Sekarang sikap saya adalah seperti posting saya “God at the Steering Wheel” di blog pribadi saya. Intinya: selama manusia masih terjebak pada dimensi waktu dan daging dan gumpalan egonya, selama itu pula dia tidak akan bisa mengingkari kuasa yang lebih besar darinya: Tuhan sendiri.

 

Oke, tapi saat ini saya justru sedang ingin mencuplik ajaran buku “The Secret” itu untuk membangkitkan rasa percaya diri para mentee saya. Ada seorang dari mereka, sebut saja namanya Alanis, yang sering bilang ke saya: “Aku ini kelihatan aneh ya? Aku ini terlalu polos ya? Aku ni kelihatan lugu ya?”

Well, yang jelas si Alanis ini tidak lugu, karena dia cenderung langsing dan tinggi. Loh, apa hubungannya? Lho, ya ada hubungannya: lugu itu kan = lucu n gundhek? nha, karena dia langsing dan tinggi, tidak mungkinlah dia lugu. Glodak! LOL

Ok, guyon sejenak. Tapi inti dari apa yang dia katakan itu sebenarnya sangat dahsyat. Kalau dia terus menerus bertanya seperti itu, akhirnya dia akan melabeli dirinya dengan atribut-atribut “lugu dan aneh” itu. Itu sama saja dengan mengatakan kepada Sang Hidup ini: “Inilah aku, si aneh yang lugu”. Lalu terjadilah apa yang dia proklamirkan: dia memang jadi kelihatan aneh dan lugu.

 

You are what you think you are. Kalau Anda memang mau kelihatan pe-de, cerdas, dan baik hati, ya katakanlah kepada Anda sendiri: “Ya, saya ini (bisa) pe-de; saya bisa menjadi cerdas, dan sekalipun pe-de dan cerdas, saya baik hati, tidak arogan”. Katakan terus ini kepada diri Anda; buat label-label positif itu menjadi bagian tak terpisahkan dari cara pikir, benak Anda, dan sikap Anda, maka –well, tentunya dibantu dengan doa kepada Tuhan—Anda pun akan membentuk diri Anda menjadi seseorang muda yang pe-de, cerdas, dan baik hati!

 

Mentee yang kayak Alanis ini masih ada satu lagi, sebut saja namanya Inxs. Sama kayak Alanis, beberapa kali si Inxs bilang: “Ah, saya ini apalah, Pak, nggak bisa apa-apa, dsb, dsb”. Buat saya, statement yang sekilas kayak rendah hati ini bisa jadi berbahaya; kalau dia terus menerus berpikir begitu, dia akan membentuk gumpalan energi negatif yang akhirnya membentuk dia menjadi manusia yang emang nggak bisa apa-apa!

 

Saya kira sebagai manusia bijak yang tetap beragama dan percaya Tuhan, itu cara terbaik untuk menyikapi ajaran “The Secret”: Anda bisa membentuk diri Anda melalui pikiran dan apa yang Anda percayai;  pikiran Anda tentang dirimu adalah seperti proklamasi kepada Sang Kosmos ini. Tapi kalian harus tetap ingat, bahwa ada the Supreme Being yang masih punya Kuasa Maha Besar untuk menentukan arah akhir yang Anda arungi dalam hidup ini. Dengan kata lain: Tuhan tetap punya peran aktif dalam hidup Anda.

 

Saya suka ketika melihat mentee saya yang lain, namanya B-O, yang nampaknya mulai menemukan rasa pe-denya dengan mengatakan: “Now I know how to change my life. I’ll start from my mindset”. Yesss, yess, B-O! Yo yo yoo, go go go!  Ya sikap seperti itulah yang saya ingin lihat dari para mentee saya. Your mindset. Isilah mindset kalian dengan pikiran-pikiran positif dan energi-energi positif, sehingga Anda menjadi manusia yang beberapa langkah lebih baik daripada ketika belum bergabung dengan kelompok Curcuminoid.

Yaah, jadinya malah promosi Curcuminoid ini, ha ha ha! Tapi enggak, sekalipun kelihatannya ngebodor, saya setengahnya juga serious, kok. Siapapun Anda, dari kelompok lain atau bahkan dari luar Ma Chung, selamat menciptakan energi positif untuk diri Anda sendiri. There is no secret to having a successful life, coz the secret lies within yourself!

 

*  LOL = Laugh Out Loud, alias ‘wa ka ka ka ka ka kaks!”

* Gundhek = gemuk pendek

* Komentar B-O tentang perubahan dia punya mindset  itu bisa dilihat di komentarnya untuk posting saya berjudul “Sedang Jatuh Cinta (a.k.a Termehek-Mehek)”.

12 Comments

  1. too bad… i never believe the secret… i never believe in NAM…

    for our discussions…

    if we “can” feel possitive… if we think possitively… for me that was a normal act against the world…

    but how we can determine our future was so related with what God decided with our life… dont say it!!! i know what u want to tell me now, free option from God… free will….

    But if u said that, God steer your wheel, then how u have any free wheel??? Predetermination doctrine??? ha ha ha ha ha, let’s discuss this matter…. it’s a good talking object…

  2. Hari,

    Even the Bible postulates that we are designed with “Free will”. But I aint believe it any longer. As far as my worldy experience is concerned, God still determines our destiny. There is no such thing as “free will”, for we are never actually free to do whatever our flesh and ego wishes to do. Somehow, God, being a much wiser, much visionary and salvation-oriented being, always steers us to a certain direction.Thus, my belief in God at my steering wheel still holds true.

    Patrisius’

  3. the special ingredient is nothing. just our self.

    tapi alangkah indahnya jika setelah kalimat tersebut ditambahi dengan.. who believe in God.

  4. Free will!
    pada dasarnya, Tuhan tidak pernah mempengaruhi keputusan yang diambil manusia dalam hidupnya. tapi yang saya tahu, Tuhan juga tidak pernah memberikan pilihan kepada manusia. Tuhan selalu memberikan kebenaran, tapi manusia yang ‘terlalu pintar’ untuk memecah kebenaran itu menjadi beberapa pilihan. Dari awalnya Tuhan sudah tahu ini akan terjadi, sehingga terciptalah free will : kehendak bebas manusia yang cenderung negatif.

    beberapa pengkotbah bilang : [secara saya juga sering menanyakan masalah ini.. hehehe..gak ngerti2 siiihh, makanya sering nanya.. uuh!]
    apabila kita sudah bersahabat karib dengan Tuhan, maka kehendak bebas kita itu akan seiring dengan kehendak Tuhan.

    lagipula, bukankah memang agama mengajarkan tentang penyerahan total kepada Tuhan?

  5. Grace, good one. But I still believe that free will is just a nonsense. Or, see it this way: Yes, we have free will, but in teh end, it is God who determines where we end up. Nggak ngerti juga kenapa Holy Bible bersikeras tentang Free will ini. Maksudnya apa? Pengalaman hidup saya jelas-jelas menunjukkan free wish, bukan fee will. Kita boleh berharap apa saja yang kita mau: kaya raya, punya bini seratus, selalu bahagia setiap detik, nggak pernah ditolak cintanya, Kuis Besar dapat A+++, dsb, tapi tetap saja Tuhan punya agenda sendiri buat kita. Makanya, saya percaya pada apa yang disebut keinginan daging/ego, dan keinginan roh/spirit. Dua-duanya nggak selalu selaras.

    Jleggerrrr!

    Patrisius

  6. Fei Chang Hao!!!
    saya ga percaya bgt dgn FREE WILL…..saya lebih percaya kalo adanya free kick, free station (playstation), free senter (presenter), dan terutama sangat percaya dengan FREE SEX…….wakakakakakakakaaka…!!!

  7. Agung,

    Gue tuh lagi serius diskusi tentang free will ama Grace, taw!! Kalaw elow maw free sex jangan disini dong ngocolnya.

    Not-Free-willed man

    Patrisius

Leave a Reply