Awas, Paulo Coelho!

Ksatria cahaya!

One of my favorites by Coelho: Ksatria cahaya!

by Patrisius

 

Aku nih nggak suka dan nggak tahu banyak tentang sastra, tapi nama Paulo Coelho membuatku terpikat. Mungkin setelah membaca ulasan tentang dua maha karyanya, “The Alchemist” dan “the Zahir”, aku jadi tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh. Aku beli novelnya The Zahir, dan kendati bukan seorang penikmat sastra, aku berusaha menyerap sari pesan moral yang dikandungnya.

 

Beberapa ringkasan dari buku-bukunya yang lain di bagian akhir novel “the Zahir” membuatku tambah tersepona. Ambil contoh “The Devil and Miss Prym”; novel ini menukik ke sisi terdalam kodrat manusia yang terbagi menjadi dua polar: sisi setan, dan sisi malaikat, plus kemampuan kita untuk memilih salah satunya. Cocok! Berapa kali kita semua banyak kali harus memilih antara berbuat jahat dan berbuat luhur?

 

Kemudian “The Valkyries”: sebuah novel tentang memaafkan masa lampau dan mempercayai masa depan kita. Cocok! Berapa banyak di antara kita yang merasa terjebak dalam kenangan masa lalu, dendam masa lalu, kesalahan masa lalu, romantika masa lalu? Berapa dari antara kalian yang bisa berhasil melepaskan diri dari jeratan semua itu di masa lampau dan memulai langkah menata masa depan?

 

Kemudian ada lagi “Manual of the Warrior of Light”, suatu tantangan untuk mewujudkan impian kita, menyongsong ketidaktentuan masa depan, dan bangkit menghadapi tantangan sang Nasib. How wow! Berapa banyak dari kamu yang berani mewujudkan mimpi-mimpi kamu dengan sikap teguh? Berapa banyak di antara kita yang merasa tertantang, tergelitik dan tercambuk oleh ketidaktentuan di masa depan? Bayangkan kamu seorang ksatria di atas kudamu yang tegap, melecut kudamu dan menembus kabut masa depan, dan apapun yang menantimu disana kamu robek-robek dengan pedangmu yang terhunus. . .

 

Ini gagasan-gagasan oleh seorang sastrawan yang konon adalah pengikut aliran New Age. Aku tahu kata “New Age” ini kata yang peka; orang beriman, eh, maksudku, beragama, akan sedikit naik darah mendengar dua kata ini. Aku pernah berdebat dengan salah seorang rekan di Surabaya tentang New Age, dan kesimpulannya jelas: New Age adalah  sesat! Well, okelah, . . . tapi benernya aku nih nggak sedang mengundang debat tentang religi atau teologi atau semacamnya. Aku hanya sedang ter wow wow (terkagum-kagum; tersepona) oleh karya-karya seorang sastrawan yang dengan berani menawarkan cara pandang baru terhadap hidup ini, cara pandang yang mencambukkan sikap tegar dan kokoh dan mandiri dan tak kenal ragu atau takut dan sangat percaya diri, sesuatu yang mengundang kita untuk memaknai hidup spiritual kita dengan caranya sendiri.

Paulo rocks!

*Posting ini diterjemahkan dari posting saya di blog saya terbaru yang masih sangat pribadi.

 

2 Comments

  1. paulo coelho, wow!!

    setuju, pak patris..

    buku pertamanya yang buat aku terpesona adalah alkemis. gile bener, paulo. 🙂
    tapi emang, waktu baca alkemis pun banyak pertentangan yang terjadi dalam diriku sendiri. lho kok gini ya? lho kok gitu ya?
    apaagi ketika dengan jelas bilang : apabila kamu menginginkan sesuatu, percayalah bahwa alam semesta akan membantumu mewujudkannya. walah?! ini kan…. NEW AGE???

    tapi toh aku terus juga baca sampe selese, sampe merona-rona, membayangkan aku menjadi perempuan yang menanti di oase padang pasir.. hehehehe

    terus baca bukunya yg lain lagi. zahir. tapi gak sampe selese. uuh!
    tapi gitu ya nekat baca judul lain, eleven minutes. novel dewasa nih! yang ini sampe selese!! hohohoho..
    dan buku ini aku nemuin paulo coelho dengan sisi yang berbeda, tapi ya tetep paulo. tapi yang jelas dari buku ini, aku ngeliat bagaimana mimpi bisa mngubah kehidupan seseorang. siapapun dia, apapun pekerjaaannya, seperti apa kelemahan atau kelebihannya, seseorang tetap berhak untuk bermimpi dan mewujudkannya.

  2. Grace, senang baca komentarmu. Kok baru kali ini ya rasanya ada mahasiswa yang komentarnya bisa terasa mak ngekhh (karena berbobot). NGEKHHH!

    Gak percum kamu gabung ke Curcuminoid:)

    Patrisius

Leave a Reply