Obama Menang! So What Gitu Loh!

by Patrisius

Obama menang. Pada usia 47 tahun (hanya beda 6 tahun lebih tua daripada mentor Curcuminoid; bedanya, 6 tahun kemudian sang mentor tetaplah guru, sementara Obama adalah Presiden USA ha ha ha!). Itu artinya: dunia membutuhkan darah muda, pikiran-pikiran baru dan segar, sikap dan pendirian yang luwes, tidak konservatif, kaku bahkan kolot. Selagi kalian masih muda, bentuklah dirimu dengan sikap dan sifat positif, sehingga 27 tahun kemudian ketika kalian seumur Obama, kalian bisa menjadi pemimpin seperti dia. Dan pemimpin tidak harus berarti Presiden, (sekalipun tentu akan luar biasa kalau seorang alumni Ma Chung menjadi Presiden Indonesia), pemimpin juga bisa berarti pemimpin umat, pemimpin murid (sebagai guru atau dosen atau trainer atau mentor), pemimpin perusahaan, pemimpin kelompok/organisasi sosial politik, you name it, you lead it.

 

Obama menang! Pemimpin negara adikuasa kulit hitam pertama! Itu artinya: dunia sedang berubah. Apa yang dulu dianggap mustahal (saking mustahilnya), sekarang menjadi sesuatu yang nyata! Kaum minoritas (nenek moyangnya tuh budak di Amerika) bisa menjadi pemimpin juga. Kalau kalian merasa diri sebagai kaum minoritas (setidaknya dari segi jumlah, dimanapun konteks sosialnya), jangan malah minder.  Tunjukkan bahwa kalian bisa diterima di kalangan mayoritas, menyerap dan menjiwai aspirasi bersama, dan keluar sebagai pemimpin dengan gagasan-gagasan baru yang inklusif dan cerdas.

 

Obama menang! Demokrat, moderat, dari rakyat kebanyakan, pernah sekolah di Indonesia pula! Itu artinya: kita punya harapan untuk hubungan bilateral yang lebih baik antara negara kita dengan Amerika Serikat.  Sekalipun konon adikuasa, negara super itu sedang sempoyongan karena krisis finansial yang parah. Pada jaman emas kalian nanti (sekitar sepuluh tahun dari sekarang),akan  ada banyak peluang untuk membina hubungan profesional dengan Amerika Serikat untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan.

 

Obama menang! So what gitu loh! Iya, kalau kalian kerjaannya hanya baca komik atau main game online, kalian tidak akan perduli, bahkan mungkin juga tidak tahu (saking dogolnya, gak pernah baca koran).  Kalian akan nyeletuk: “emang gue pikirin?”. Ya, untuk sebagian dari kalian, itulah masalahnya. Belajarlah mulai sekarang untuk senantiasa melihat keterkaitan antara berbagai peristiwa besar bersejarah yang sedang terjadi di panggung hidup ini. Itu pasti ada kaitannya. Tugas kalian lah untuk menemukan kaitan itu, dan melihat peluang di dalamnya, dan mulai menggarapnya.

 

Salam,

Patrisius

3 Comments

  1. hmmm…gak juga kok pak… pak patris ma obama gak beda jauh…yang jelas ada 1 persamaan mendasar…yaituuuu sama2 ‘licin’…huehehehe ampyunn pak^x^

    btw blog saia barusan di-refresh luh…lebii ceria dikit sii…kwkwkwkw mangga disamperinnn

  2. Paragraf terakhir tulisan ini.

    saya setuju banget! banget! karena kehidupan ini seperti jaring laba-laba. visible-invisible. dan karena itu, kita memang sering tidak menyadari bahwa kehidupan manusia satu sama lain di dunia ini punya keterkaitan.

    contoh simpelnya,
    pernahkah bertemu dengan seseorang yg baru saja Anda kenal, dan ternyata orang tersebut kenal dengan seseorang yang Anda kenal juga. dan akhirnya keluar komentar seperti ini,
    “dunia ini sempit ya???”

    contoh ruwetnya,
    ketika seseorang di Amerika Serikat adalah seorang pecandu rokok menghabiskan rokoknya. secara langsung, lambat tapi pasti sedang menciptakan perubahan rantai makanan dan iklim di dunia, menipisnya lapisan ozon dan semakin pengabnya udara karena persediaan oksigen di udara menipis. dan hal ini disadari secara lambat oleh kita yang berada di timur.

    jadi? jangan cuma melihat jaringan laba-laba itu, karena ia bisa terlihat invisible. tapi sentuhlah dengan hati, maka yang invisible akan terasa lebih dekat di hati 🙂

  3. Ngebaca komennya Grace ini . . . terus saya jadi ngeh sekarang kenapa dia jadi Roro . . .

    Umy, Roger that. Will be checking out your blog and scoring it as a kuis besoooaaarrr!

    Patrisius

Leave a Reply