In The Back Stage

lampu kerlap kerlip. semua orang hectic, bingung mempersiapkan ini dan itu, sementara pemain band kondang sudah mulai beraksi. semua perempuan berparas ayu. berbedak lengkap, mewarnai mata mereka dengan warna cerah menggugah gairah. semua laki-laki berbedak tipis dan bergincu merah muda. semuanya ayu-ayu, ganteng-ganteng. mereka semua ada di belakang panggung.

di sebuah sudut : “aku deg-degan..deg-degan banget nih..aduh, gimana ya ini?”, kata seorang perempuan yang memakai kebaya merah muda. “jangan khawatir, tetap percaya diri ya, jangan menjadi minder karena kamu muda, tapi justru jadilah bangga karena kamu yang termuda!”, kata seorang perempuan yang seketika itu juga menggenggam erat tangannya, lantas menepuk bahunya.

di sudut lain : laki-laki dan perempuan saling berhadapan, saling berpegangan tangan, dan saling menundukkan tangan. mereka sedang saling mendoakan, kurasa.

tepat di pinggir jalan masuk ke panggung : tarikan nafas panjang berulang-ulang terdengar. seorang perempuan berbaju merah menghela-hela nafasnya. tiba-tiba seorang wanita berbaju hijau pupus mendekatinya dan berbisik, “senyum.. itu bisa ngurangin nervous.. senyum aja.”

dan masih banyak sudut lain yang menggambarkan hal yang sama. namun yang menakjubkan, semua orang tersenyum. saling menatap, lantas kemudian bersenandung kecil mengikuti nyanyian peyanyi band yang sedang beraksi. semakin lama semakin keras suara mereka, semakin keras dan semakin keras. merka tak cuma bernyanyi, tapi sangat menikmati lagu itu dengan berbagai gerakan dan goyangan!

di belakang panggung. tidak ada penonton yang tahu. di belakang panggung, ada suatu atmosfir yang kemudian memenuhi panggung dan merambat ke arah penonton. memasuki relung-relung hati setiap orang yang ada di ruangan itu. semua tersenyum.

>> ketika seseorang sedang bingung, tertekan akan keadaan tertentu, merasakan banyak kekhawatiran, ingatlah bahwa seseorang itu tidak sendirian. bahkan, ketika seorang yang sedang berada dibawah tekanan tertentu, dan ia mencoba untuk menenangkan temannya yang lain. secara tidak langsung, ia sedang menenangkan dirinya sendiri. dan secara menakjubkan ia akan mendapatkan kekuatan dan semangat dua kali lipat dari apa yang ia berikan kepada orang lain.

hal ini yang aku alami di belakang stage. semua orang sedang dalam keadaan tertekan, tapi semua orang berusaha menenangkan dan memberi semangat satu kepada yang lain. peristiwa ini, lebih dari apapun yang setelah pertunjukan berakhir.

in the back stage, ada satu peristiwa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

2 Comments

  1. Ini tulisan siapa nih? Kok bagus sekali?? Heeh, siapa yang nulis??! Ayo ngaku!!

    Iya, emang betul; senyum mengurangi nervous; nervous itu kadang penting suipaya tetap alert; dan yang paling penting, kamu sudah berani tampil. Make upnya sempat membuat saya bingung: “Iki muridku sing endi yoo??”. Tapi segera tampak mana itu sang Roro Malang kita. Salut, Grace! You deserve to win!

    Patrisius

Leave a Reply