WE DO CARE!

by Patrisius

Para mentee dan pembaca sekalian,

Kali ini saya mau ngomong serius. INi terutama berkaitan dengan dua posting terakhir, terutama yang dihiasi gambar “sangat menusuk” itu. Saya tahu ada masalah di antara beberapa anak asuh saya. Sekalipun sudah diupayakan perdamaian dari berbagai pihak, nampaknya  jalan ke kembalinya hubungan baik masih agak sulit. Saya pun sebagai mentor terus terang juga kebingungan bagaimana menyelesaikannya. Namun saya belajar satu hal: dalam saat tertentu seorang (atau dua orang dalam hal ini) yang sedang marah perlu dibiarkan sendiri, tapi tentu tidak ada maksud membuang atau mengacuhkan sama sekali. Sapaan dan terutama kesempatan untuk  meluapkan perasaan senantiasa akan diberikan dan terbuka lebar, termasuk via blog ini.

Saya sudah bilang ke kalian bahwa blog adalah medium bebas buat kalian. Mau curhat, cerita, sharing pengalaman atau resep masakan, atau sekedar memajang foto diri, silakan saja (as long as you are a Cuuur-men or Cuuur-women, i.e. anggota Curcuminoid), termasuk tentunya  meluapkan amarah. Tapi tolong diingat bahwa tidak ada yang tidak berbatas dalam hidup ini: mblogging pun ada batasnya; sekalipun tidak pernah tertulis dalam RUU Blogging, tentunya tetap ada etika dan terutama kesadaran yang harus muncul dalam diri kita bahwa blog ini dibaca orang banyak. Bukan cuma Ma Chungers (staf, dosen, bahkan Rektor), tapi bahkan juga orang-orang dari luar Ma Chung. Bayangkan, baru juga jalan 3 bulan hitsnya sudah 2000 lebih!

Nah, kalau sudah sadar demikian faktanya, apa masih tega memajang posting dan terutama gambar yang sedemikian kasarnya di blog populer ini?

Saya tidak mau menjawabnya. Anda sudah dewasa; Anda tidak perlu seorang mentor bahkan seorang Rektor untuk menjawab pertanyaan di atas. Anda hanya perlu berkonsultasi dengan hati nurani diri sendiri saja.

Di lain pihak saya sadar dan bisa merasakan amarah dari yang sedang marah. Tapi kalau hidup di kelompok Curcuminoid hanya untuk saling mendendam, Anda hancur di dalam! Bosok ning njero, katanya wong Jawa. Karena itu rasanya perlu ada upaya rekonsiliasi, dan karena sepanjang yang saya amati, yang terjadi adalah makin panasnya dua hati muda, nampaknya saya perlu turun tangan lebih jauh untuk mencairkan kebekuan dan meredakan angkara murka, tentunya dengan cara saya sendiri.

Feel the peace, guys and girls. Tolong diingat bahwa tidak ada satu pun dari anggota Curcuminoid yang sedang diacuhkan. Kalau ada yang merasa demikian, look again, watch again, and you’d be sure that WE DO CARE!

7 Comments

  1. loh kq smwnya jdi runyam gni?!?!?!?!
    qta khan satu klompok friends berusaha jga perasaan temen lain khan ga da salahnya…..(walupun aq jga srng berbuat salah)
    qta blom satu taon disini masa kq da ada konflik seberat ini?!?!?!
    saling maafin aj ya klo ada salah jangan dendam2…..
    btw aq jga minta maaf ya klo aq sering bbuat salah ma klyan!!!!!!

  2. Ade yang baik,

    It’s okay, life is sometimes like that. Tapi semuanya udah (agak) membaik kok. Kita punya teman-teman yang –sekalipun emosional–tapi masih mementingkan manisnya persahabatan.

    Take care, Ade.

    Patrisius

  3. hihihihi.. tapi seneng juga ada cerita seperti ini. biar ada kenangannya di kampus ma chung gitu lohhh..
    wekekekekekekeekkkk…

    aku dapet kabar baik pagi ini : case closed!

    sip dah!!

    mari berangkat menuju kehidupan yang selanjutnya.
    jangan hanya berhenti sampai disini..
    smangaaaaaaaaaaattttt!!! langkah tegak majuuuu..jalan!

  4. Ade,

    Iy,a saya hargai keprihatinanmu. You are a good student and friend. Jadi jelas nggak lebay.

    Patrisius

    P.S. kapan posting lagi?

  5. waduh maaf2 aj ya pak sya gag bsa posting abisnya sya lge sibuk……

    sibuk pemotretan gitu loh…..

    hwa..hwa…hwa….

    ya saya mah malu posting d sni abis isinya pda bbobot smw c……..

Leave a Reply