CURCUMOINOID PERGI KE SURGA

by Patrisius

Orang bilang surga adalah tempat yang super damai, super nyaman, super bahagia. Nihil derita, nihil airmata, nihil angkara murka.

Opo iyooo??

Tapi kalau betul, alangkah membosankannya suasana di surga. Lha coba aja bayangkan: tidak pernah ada yang namanya suka dan duka, tidak pernah ada saat kita menangis, jatuh terhempas, kemudian dihibur, dikuatkan, dipeluk, sehingga kita bisa tertawa kembali dan akhirnya menangis lagi karena bahagia: “makasih ya, teman-teman, dukungan dan perhatian kalian benar-benar membuat saya bisa bangkit kembali”. . .

Tidak pernah akan ada saat dimana kita menggeliat saking laparnya,kemudian ada mentor yang baik hati mengajak makan siang bersama di kantin (on him), dan kita bisa merasakan nikmatnya nasi soto atau tahu krispy ditemani segelas es teh memuaskan lidah dan perut yang hampir kempis karena lapar. . .

Tidak akan pernah ada situasi dimana kita muruuung seharian, kemudian sontak ada teman yang melontarkan gurauan luar biasa mbanyol lewat blognya atau YM chatnya, membuat kita tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata. “Terima kasih ya, Pak, e-mail Bapak membuat saya bisa ketawa lepas setelah seharian ini serius terus” (Shierly to Patrisius, 2002).

Tidak akan ada permusuhan yang menguras emosi dan mengikis hati, kemudian setelah upaya susah payah dan berdarah-darah, akhirnya keduanya sukses merontokkan ego diri, dan saling memeluk dan meneriakkan: “Yes, but I do care about you! I do care about you! I love you!”

Jadi, kalau begitu, dimanakah surga itu?

Heaven is NOWHERE, kata si mentor. Tidak dimana-mana. Karena surga itu disini, sekarang ini, dalam hidup kita yang penuh suka dan duka ini.

Opo iyooo??

Gak percaya? Coba perhatikan kata di atas: HEAVEN IS NOWHERE . . . NOWHERE, . . . NOW HERE . . . .

HEAVEN IS NOW HERE.

Leave a Reply