“SAYA KANGEEENN . . .”

by Patrisius

‘Saya kangen’

Sedih, sakit, menyentuh, membanggakan, mengerikan

Sedih, karena jika seseorang kangen padamu atau sebaliknya, kebanyakan pada saat itu kalian sedang terpisah oleh ruang dan waktu.

Sakit, karena jika seseorang sedang kangen padamu atau sebaliknya, kamu akan merasa ada sekerat hatimu yang terpilin, karena kamu sadar betapapun inginnya, tapi kamu dan dia belum bisa bertemu.

Menyentuh, karena jika seseorang sedang kangen padamu atau sebaliknya, kamu akan terpesona betapa ajaibnya dua hati manusia, kendati jauh namun sentuhannya terasa nyata.

Membanggakan, karena jika seseorang bilang ‘saya kangen” padamu, kamu akan yakin bahwa kamu adalah insan berharga di matanya, yang pantas disayang, dirindukan, dan diharapkan.

Mengerikan, karena jika seseorang sedang kangen kamu dan sebaliknya, kamu hampir-hampir tidak bisa konsentrasi pada studi atau pekerjaanmu. Otakmu jadi error, karena sedang diserang virus kangeeeenn . . .

*Posting ini didekasikan untuk Chen Kao Li.

8 Comments

  1. Umy, lho, kan boleh to kangen sama istri? Istri saya ya dirumah, tapi lha kalau saya delapan jam di kantor, kan ya bisa kangen tow? 🙂

    Cheers,

    PID

  2. Agung, iya, saya sih nggak sampe kangen ke MCF, tapi ya kalau saya ingat-ingat, rasanya gimanaaa gitu. Waktu itu para mentee saya masih kelihatan polos, lugu, rajin-rajin, diem, tidak bergejolak, manis-maniiiis gitu. Lha sekarang . . . . alamaaak.

    Iya, good memory of our innocent times. Saya kira di mata kalian sy juga keliatan begitu: alim, serius, disiplin, nggak tahunya, . . . ngentek-ngenteki, ha ha ha, maksudnya, kalau ngeblog:)

    Oh, masa lalu, MCF, kangen ya Gung? Waktu itu si dia pasti masih kelihatan yak apaaaaa gitu? 🙂

    Patrisius’

Leave a Reply