2009 VERSUS KITA SEMUA

by Patrisius

2009.

Mentari yang sama, langit yang sama, wajah-wajah yang sama, rutinitas yang sama . . .

Harapan yang sama. Kecemasan yang sama. Doa-doa yang sama, mungkin juga dosa-dosa yang sama.

Tapi hidup mestinya sudah lenyap kalau semuanya senantiasa sama dari waktu ke waktu. Hidup tuh adalah perubahan, hidup tuh adalah tentang berubah, merubah banyak hal dan dirubah oleh banyak hal.

Jadi setelah 365 hari yang baru saja lewat membawa semua suka dukamu, tawa tangismu, dosa dan kebaikanmu, kamu hanya bisa mengatakan: ‘oh, well, tahun 2009 paling-paling ya bakalan sama saja dengan 2008?’ Oh, puh-leaazee. . .

Ada 360 hari baru yang terbentang di depan kita di tahun 2009. Akankah kita melukiskan citra hidup yang sama dengan tahun lalu, ataukah kita bertekad untuk membuat perubahan yang akan membuat wajah 2009 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya?

Jadi kebiasaan untuk membuat resolusi tahun baru di setiap pergantian tahun adalah kebiasaan yang baik. Dengan membuat resolusi itu, kita sadar betapa kita masih bisa memanfaatkan kesempatan untuk menjadi manusia-manusia yang lebih baik di 360 hari yang menanti di depan (ah, dosen banget deh uraian ini… nggak ada gaulnya blas).

Dan hari ini, kesempatan luas itu sudah datang, ada disini, di tahun 2009.

Selamat tahun baru 2009! Kiranya semua makhluk boleh bersuka cita dalam kesehatan, hangatnya persahabatan dan manisnya keberhasilan; kiranya semua ego yang gerah mendapatkan penghiburan; kiranya kita boleh mempunyai kekuatan tambahan menghadapi tantangan hidup; kiranya kita boleh menemukan penghiburan dan ketegaran dalam kebersamaan; kiranya damai meraja di atas Bumi. Yi qi xie wo men de je jiu.

Tuhan memberkati kita semua.

* diterjemahkan dari posting di blog pribadi saya. Versi aslinya dalam bhs Inggris jauh lebih ‘nendang’, tapi murid saya lebih suka versi yang disini, soalnya ‘enak bacanya, gak usah ribet buka kamus’.

*Jujur aja sebenarnya gue juga kagak ngerti ungkapan Zhong wen yang di akhir posting itu (yah, biar kalau bu Rektor ikut baca disangkanya saya bisa Mandarin, ngikkzz). Tapi kira-kira artinya adalah “bersama-sama kita tulis cerita bahagia selama-lamanya”

Leave a Reply