MAU MAU MAU?

by Patrisius

Kalau kalian jeli,kalian bisa langsung melihat peluang bisnis ‘dadakan’ pada tahun 2009: bikin atribut untuk kampanye caleg!

Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!

Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.

Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!

Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.

Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!

Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, g****g, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.

Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau mau mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!

10 Comments

  1. SETUDJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!
    caleg gag perlu lah pake pemilu…
    kampanye caleg = banjir poster = boros kertas = banyak pohon ditebang = hutan gundul = GLOBAL WARMING!!!

  2. Umy, zao shang hao!
    Arlingga, yang benar adalah : SANGAT provokatif, sedikit mencerdaskan, dan membuat orang ragu: OPO IYOOO??

    Yah, biarlah, we didnt start the fire,katanya Billy Joel. Btw, saya juga caleg kok (calon legenda:) )

  3. Pak Patris kok kayaknya bendi banget si ama para caleg… kenapa Pak? ato jangan2…dulu Bapak pengin jadi caleg tapi gak berhasil..jadinya sekarang kayak sebel begitu..wekekekekekkk..

    tapi, idenya oke lho pak.. Bapak punya kenalan caleg? saya mo prospek dia untuk buat poster..

  4. Grace, enggak, saya sekalipun demi setan nggak pernah mau jadi caleg. Mending jadi guru aja kayak sekarang, minim pujian dan kekayaan materi tapi ada kepuasan tak terbeli. Kalau sebel memang iya, soalnya caleg sekarang mah payah, kalau nggak bekas perampok ya artis; gimana mau menyuarakan nurani rakyat??

  5. iya…daripada liat fotonya para caleg mending liat fotonya Miyabi, Zarah ashari, Julia Perez, dsb (sebutkan aja sendiri yang lain…karena saya yakin anda lebih banyak koleksi dari pada saya….heheheh)

    btw, aq jd pengen bikin fotnya pak patris klo seandainya jadi caleg nih…
    tunggu aja abis UAS…silahkan liat disini ato d bog saya…. 😀

  6. Menarik sekali, mungkin ini tulisan yg mewakili perasaan umum banyak orang di Indonesia saat ini. Bagaimanapun, moga-moga masa depan politik Indonesia tidak se-suram yang dituliskan mas Patris di sini ya. Yang saya takutkan, di Indonesia ini karena mental aji mumpung dan cinta uang memang tampaknya telah melembaga, jangan sampai kita terjebak untuk selalu punya pola pikir yang sama dan judgemental terhadap perkembangan politik kita. Di antara banyak orang yg punya niat untuk kepentingan pribadi, pasti tetap ada yang nyemplung karena panggilan nurani dan niat murni utk memperbaiki bangsa. Kalaupun toh ada yang niatnya tidak baik, setidak-tidaknya kita masih bisa berharap bhw proses kontrol masyarakat tetap jalan. Harapan harus selalu ada, harapan membuat life goes on. Makanya saya tidak setuju kalau golput, bagi saya golput = ignorance, dan tidak pernah ada dalam sejarah bangsa-bangsa yang besar dan maju bhw ignorance bisa membuat suatu bangsa menjadi lebih baik.

  7. Hallo para pembaca Machungers sekalian, komen terakhir sebelum yang ini adalah dari adik saya. Hebat ya, blog kita ini sudah dibaca sama orang Italia (adik saya tuh ada di Itali gitu loh!). Kalau soal nulis, dia lebih ‘halus dan sopan’ daripada saya, ha h aha ha ha! Bisa mbayangin kalau dia jadi mentor Curcuminoid:)

    Patrisius

Leave a Reply