Hidup Bahagia a la Didi

oleh: Patrisius

Suatu malam saya sedang merenung mengapa sulit sekali memaafkan tindakan seorang mantan staf saya. Tiba-tiba GLODAAK! ada bunyi nada sms datang ke ponsel saya. Dari Didi, salah seorang mentee saya:

“Memaafkan memang tidak mudah dan perlu waktu. Tetapi memaafkan akan menjadi mudah apabila kita menyadari bahwa kesalahan orang lain yang dilakukan pada kita juga bisa kita lakukan kepadanya. Jika kamu menyadari itu, maka kamu bisa memaafkan dengan penuh kerendahan hati. Karena Manusia bisa berbuat kesalahan.”

Saya jawab: “Di, thanks for this advice. Sms kamu ini pasti dikirim Tuhan, karena datang pas saya sedang merenungkan mengapa sulit sekali memaafkan seseorang”.

Sesaat kemudian, GLODAAK lagi bunyi sms datang. Didi menjawab:

“Memaafkan itu penting, Pak. Menyimpan kepahitan itu ndak baik buat diri kita sendiri. Secara mental dan kesehatan juga ndak baik. Manusia gak ada yang sempurna. Semua juga bisa bersalah.”

Saya jawab: “Wow, nasihat yang bagus. Eh, Di ,sekarang kok malah kamu yang jadi mentor saya, ha ha ha!”

Demikianlah, Didi, mentee saya itu, beberapa hari kemudian mengirim lagi beberapa sms yang isinya sungguh bagus:

“Mempunyai emosi itu wajar. Tapi emosi yang berlebihan itu tidak wajar dan membuat kita salah bertindak. Marah berlebihan juga tidak baik. Sedih berlebihan juga tidak baik; bahkan bahagia pun, kalau berlebihan, juga tidak baik. So, control your emotion.”

Didi ini bilang, dia mau jadi pendeta. Wezzz, keren! Selamat mencapai cita-citamu, Didi. First thing first, studi dulu yang baik di Ma Chung. Let the good advice and good grades lead you to the goal.

5 Comments

  1. woooww…ini untuk yang ke-2 kalinya saya ingin menulis hal yang sama dengan pak patrisius. pertama tentang pemilu 2009….
    skr tentang memaafkan…!!!! apa karena kita mempunyai kebiasaan sama yaitu kalo kencing kaki kiri diangkat satu ke atas???(kayak dogy ya??)

    Oh mi god!!!!

    mungkin skr ini temanya entang memaafkan…karena lingkuna saya membutuhan wacana seperti itu…
    tunggu posting saya ttng memaafkan!!!!

    Didi kapan giliran kamu nulis disini???

  2. Ya, Agung, sekali lagi itu sebabnya kenapa saya dan kamu dipertemukan oleh sang Nasib di Curcuminoid: fragile ego and sentimental mood… dan sekarang nampaknya Didi akan gabung dengan kita meramaikan blog ini. Didiiii … come here pleazzzee!

    Go ahead, Gung, post your ideas.

  3. wih… ,menarik selaki blog ini… saya d ajari dunk….wkwkwkw…. bisa memberikan pencerahan buat org lain ini… sarana yg bagus…

Leave a Reply