TUHAN itu Tidak Ada!

by Patrisius

(ditulis untuk para mentee menyambut kuliah CB 2: AGAMA)

Seorang mahasiswa disini menyatakan dengan lantang bahwa dia adalah seorang agnostik.

Betapa lucu. Sesat. Konyol. Kasihan.

Seseorang yang tidak percaya tentang Tuhan sama halnya seperti setokoh wayang yang mati-matian menolak untuk percaya akan keberadaan sang dalang. Jika kamu tidak percaya Tuhan, sebenarnya itu sama saja dengan menyangkal keberadaan dirimu sendiri, sebab kamu itu adalah perwujudan paling nyata dari keberadaan Dia. Kamu tuh diciptakan sesuai citraNya.

Kita semua punya satu hal yang sama: hubungan antara pikiran—tubuh—jiwa. Kalau kamu bilang, “ah, enggak juga, saya nggak ngerasa gitu”, itu bukan karena hubungan itu tiada, tapi karena kamu tidak pernah menyadari adanya hubungan tersebut. Kalau kamu dibesarkan di kultur yang senantiasa memuja logika manusia, kamu akan memandang keseluruhan kosmos ini dengan logikamu yang sangat terbatas. Dan manakala kamu gagal menangkap keberadaan suatu entitas yang jauh melebihi daya tangkap logika dan inderamu, kamu akan dengan lantang mengatakan: “Tidak ada Tuhan!”

Betapa memprihatinkan!

Tapi kamu tuh juga makhluk dengan kehendak bebas. So kamu bebas berpikir apapun tentang apapun; kamu bebas memaknai hidup ini; kamu bisa memaki-maki Penciptamu, atau bahkan membunuhNya dalam alam kepercayaanmu. Kamu bebas untuk melakukannya.

Jadi, tidak heran bahwa si mahasiswa itu luar biasa gigihnya mempertahankan ke agnostikannya, bahkan di tengah badai argumen dari teman-temannya. Saya sebenarnya ingin juga memberikan satu dua tanggapan ke perdebatan itu, tapi kemudian saya batalkan. Saya sendiri dulu juga seperti itu kok. Di awal usia 30 an, saya berpikir persis sama seperti buku “The Secret” yang sekarang beredar luas di kalangan anak-anak Ma Chung: saya merasa sayalah Tuhan. Sampai akhirnya badai kehidupan menerjang, dan membuat saya sadar bahwa saya hanyalah ciptaan Nya, dan bahwa Dia adalah sang MAHA yang tetap memegang kendali penuh atas diri saya.

Jadi saya akan bilang ke mahasiswi agnostik itu: “Oke, sana berkenyanglah dengan pendirian agnostikmu. Suatu ketika kamu akan dihadapkan pada kenyataan bahwa Tuhan itu ada! Kamu akan sampai pada badai hidup yang luar biasa dahsyatnya, dan diujungnya kamu akan mendapati dirimu bersimpuh di depan kaki Nya, sambil mengatakan: YA, TERNYATA TUHAN ITU ADA!

* Diterjemahkan dari posting di blog saya.

3 Comments

  1. waduh….terjemahan lagi…lagi….dan lagi…T_T

    saya udah baca 3x untuk poting ini d blog bapak…..T_T…

    tp..tetep MAK NYUUUZZZZZZ!!!!!!

Leave a Reply