Daging vs Sayur

by AGUNG

Sekitar 2 tahun yang lalu, ketika saya masih SMA saya menghadiri sebuah seminar dengan Tema “Apa Salahnya Makan Daging” di Hotel Nikki. Awalnya saya ga begitu tertarik sih, tapi berhubung dapet tiket masuk gratis dari seorang sahabat. seminar tersebut sangat menarik, karena dibawakan oleh GEDE PRAMA…wow, suweeeerr keren bangeettt!!!!!!

vegetarian

dari seminar tersebut saya memperoleh banyak informasi tentang dunia vegetarian. sedikit cerita, dulu saya pernah mencoba beberapa kali menjadi seorang vegetarian….tapi GAGAL TOTAL!!! kenapa?? masih sering kelupaan…hahahaa….alasan bodo! tapi saya tetep berjuang suatu hari nanti saya bisa jadi seorang Vegetarian. kenapa?? karena setelah melihat banyak orang yang menjalani masa tua nya dengan berbagai penyakit yang disebabkan karena tidak bisa mengontrol makanan seperti diabetes dan kolesterol tinggi. yang ujung-ujungnya masa tua mereka juga akan mengharuskan mereka menjadi seorang vegetarian karena anjuran dokter. Sebelum semua itu terjadi, sebelum saya harus tersiksa dengan obat rutin yang hanya memperburuk keadaan…..saya harus bisa berubah!!!!! bukan menjadi Power Ranger ataupun Pahlawan Bertopeng…..belajar secara bertahap menjadi vegetarian….!!!!

Kenapa Vegetarian??

sekarang saya akan paparkan beberapa fakta tentang Daging :

1. Sepotng Daging adalah hasil pembunuhan : anda baru saja selesai makan daging, tetapi bagaimananpun rapinya pembantaian disembunyikan di suatu tempat yang amat jauh, anda telah ikut terlibat disana (Ralph Wado Emerso, 1803-1883, pengarang, filusuf).
jumlah ternak yang dibantai di seluruh dunia untuk dikonsummsi manusia setiap tahunnya mencapai 13 milyar kehidupan, sedangkan jumlah unggas dan burung yang dibunuh manusia setiap tahunnya mancapai 22,5 milyar kehidupan!

2.sepotong daging adalah hasil penyiksaan : karena manusia ingin mendapatkan daging yang lunak lembut dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat maka seluruh hidup anak sapi harus dihabiskan dalam kungkungan sempit jeruji besi 55cm x 150cm, sehingga anak sapi tidak mampu berbaring secara wajar. kandangnya dibiarkan tanpa cahaya, gelap gulita. tiada makanan padat culup serat untuk dikunyah dan dinikmati. ini sengaja dilakukan agar kondisi tubuh sapi menjadi kekurangan darah (anemia), demi memperoleh daging empuk seperti kondisi dalam kandungan. hal yang sama pun dialami oleh ayam dan hewan ternak lainnya…

“masalah utamnya bukan terletak pada hewan – hewan itu bisa atau tidak berkata-kata, tetapi apakah hewan – hewan yang penuh kesakitan dan mnederita secara extreme itu bisa atau tidak dipahami oleh manusia berdarah dingin” (Jeremy Bentham)

3. Sepotong daging berasal dari Roh : Semua mahkluk hidup di dunia ini memiliki Roh yang diciptakan oleh Tuhan, tidak terkecuali Hewan

“jika anda memungut seekor anjing yang hampir mati kelaparan, lalu anda memelihara dan memberi berkah kebahagiaan kepadanya, maka ia pasti tidak akan pernah menggigit anda. inilah karakter yang membedakan antara anjing dan manusia!” (mark Twain, penulis)

4. Sepotong daging penuh racun : setelah hewan dibunuh, segera terbentuk proses pembusukan yang disebut “ptomaines. proses pembusukan dimulai sejak dari rumah jagal, sampai rumah jual, disimpan, disiapkan, disajikan, hingga dimakan. terbetuk begitu banyak zat beracun yang dapat menghancurkan tubuh kita.

ketika hewan akan disembelih, susunan biokimia dalam tubuhnya mengalami perubahan yang sangat besar seperti rasa takut, sedih, sakit, emosi tinggi, panik, benci, dendam, dll, sehingga mengalir racun dalam tubuhnya, menyebar dan melekat di seluruh daging. menurut institusi di America, daging dan darah binatang itu penuh racun.

berikut ada sebuah kisah nyata di Amerika : seorang ibu dimana belum mencapai 2 tahun, keduanya meninggal berturut-turut. setelah diselidiki ternyata ibu tersebut berkata “setiap hari aku bertengkar dengan suamiku, tersentak oleh teriakan maka bayiku menangis dan berteriak. kemuadian aku menyusuinya….begitulah setiap hari”. saat bertengkar seluruh kelenjar kelenjar tubuh manusia mengeluarkan racun dalam julah besar, air susu sang ibu berubah menjadi air susu penuh racun.iyulah mengapa walau minum ASI hidup anaknya hanya mencapai 2 tahun. setelah mengikuti anjuran dokter untuk mengubah pola hidup “bertengkar, tangisan, menyusui”, maka kemudian anaknya yang ke-3 berhasil hidup terus.

jadi tiada mahkluk hidup yang rela disiksa, dibunuh, dibantai……

5.sepotong daging merusak lingkungan hidup :
– sebuah rumah jagal memerlukan 100 juta galon air setiap harinya, air yang sedemikian banyak seharusnya dapat dipakai oleh 25.000 orang dalam 1 hari.
– untuk menghasilkan setengah kilo daging saja dibutuhkan 11.000 liter air
– diperlukan lebih dari 16 pon kacang kedelai dan padi-padian untuk menghasilkan 1 pon daging sapi.
-untuk menghasilkan setengah kilogram gandum diperlukan 110 liter air
-70% hasil pertanian di dunia habis digunakan untuk ternak, pada saat yang sama terdapat 15 juta anak mengalami kelaparan….
– “jadi akar permasalahannya bukan pada bhaan pangan tidak mencukupi tetapi karena pemorosan yang dilakukan oleh industri peternakan.

oke, masih banyak lagi fakta-fakta tentang daging….
but, segitu dulu deh…..
saya yakin banyak yang protes dengan posting ini,…ha..ha..ha..ha….

5 Comments

  1. Pertama, saya mau protes karena tulisan yang sangat bagus ini gak ada namanya. Woeee,siapa ini yang nulisss??

    Saya setuju. Ini benar-benar luar biasa. Anak belum dua puluh tahun sudah bisa nulis penuh inspiratif dan sadar diri kayak gini. Ada banyolan: kalo vegetarian makan vegetables, berarti kalau humanitarian adalah orang yang makan human dong! Benar? Benar! Semoga orang-orang ma Chung yang masih suka makan daging besok di akhir jaman berubah jadi kambing atau sapi . . . ngiiikkzzz….

    Patrisius

  2. Wah sungguh menarik dan berguna info ttg sekerat daging ini ya…saya jadi mikir apakah setelah baca tulisan ini saya bisa menelan rawon daging yang baru matang di dapur yang baru saya masak dg bumbu jadi dari Belanda untuk makan malam nanti ? glek..udah jauh-jauh bawa bumbunya je….sungguh dilematis ya. Kemarin di Praha saya makan daging kelinci dimasak enak sekali, sehingga rasa berdosa saya thd kelinci pun sirna…:(

    Saya melihat sendiri bahwa di Belanda, Swiss, dan Belgia…sapi-sapi, domba, dan kambing dibiarkan lepas merumput di padang hijau dan pegunungan yg luas, tidak dikurung dalam bentuk apapun. Selain susunya saya yakin mereka juga dipotong utk diambil dagingnya. Kemudian saya pernah makan steak spesial dari Jepang dimana sapi-sapi di sana konon dipijat secara rutin spy dagingnya empuk. Pokoknya sapinya dimanjakan.

    Tapi yah hasil akhirnya memang sama, mereka akan dipotong juga. Di Spanyol saya pernah melihat ada serombongan orang berdemo di keramaian memprotes cara pemotongan sapi dan banteng untuk konsumsi di sana yg amat tidak manusiawi (baca : binatangi)

    Bagaimapun terimakasih telah membuat saya bingung dan setidaknya berpikir serta lebih aware dg tulisan ini

    salam hangat dari Milan,
    uti (adiknya mas Patris)

  3. terima kasih atas komennya untuk mbak…eh..bu..eh tante..ehh….ga tau ah….
    yah pokoknya adiknya pak patris dh….:D

    saya sebenarnya masih bingung dengan arah komentar anda…
    apakah setuju dgn vegetarian atau mengingatkan bahwa “sayang sekali kalo binatang yang bisa diolah dan diracik sedemikian hingga sehingga menampilkan sajian yang ‘leZZattt…’…….”

    tulisan saya disini bukan untuk memaksa semua manusia menjadi vegetarian…..
    tapi hanya sekedar informasi bahwa ada baiknya kalau kita tidak mengonsumsi daging (megurangi). karena samapai saat ini saya juga belum bisa menjadi seorang yang 100% vegetarian….:p

    heheheee……

    salam hangat dari Ma Chung
    Agung (mentee nya pak Patris….:p )

  4. hai Agung, salam kenal dan selamat ya atas tulisan-tulisanmu yang keren di blog ini. Tentunya mas Patris senang punya mentee sperti Agung..:))

    maaf ya kalau arah komen saya tidak jelas. Pertama saya hanya menceritakan bhw tidak semua binatang yg akan dipotong mengalami penyiksaan dan perlakuan yg seperti Agung tulis. Walaupun saya percaya yg Agung tulis itu benar, tentunya terjadi di sesuatu tempat tertentu, yang mgk tidak sama dg di tempat yg saya lihat dan dengar spt yg saya tulis dalam komen sebelumnya

    Kedua saya berterimakasih atas info yg sedemikian menarik dan bermanfaat utk awareness saya ttg perikebinatangan dan juga kesehatan.

    Ketiga saya binung..eh bingung mau meneruskan makan daging atau tidak (jelas saya bukan vegetarian) karena saya penyayang hewan dan saya sedih kalau utk kenikmatan saya, hewan harus berkorban sedemikian. Tetapi saya ingat dalam ajaran agama saya, Tuhan menyediakan semua binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk kesejahteraan manusia, ciptaan yang secitra dengan Dia. Hanya mungkin tulisan Agung ini menyadarkan saya bhw cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya melalui hewan jangan sampai sadis dan terlalu dieksploitasi berlebihan. Itu yang akhirnya saya simpulkan sendiri dari kebinungan saya…hehe. Karena secara ilmu gizi saya juga pernah membaca bhw ada mineral-mineral yg dibutuhkan tubuh manusia yang tidak bisa didapatkan dari tumbuhan dan hanya dari daging hewan saja (misal daging merah)

    Intinya saya kembali berterimakasih atas tulisan yg informatif dan mencerahkan ini. Selamat terus belajar dan berkarya ya….salam kembali

Leave a Reply