Tuhan dan Si Domba Kalap . . .

oleh: Patrisius
(sekali lagi, buat bahan renungan para mentee saya menyambut kuliah CB 2/ Agama)

Sekalipun saya bukan termasuk orang yang menyebalkan (setidaknya, menurut Catatan Karakter saya dari HCD Ma Chung), tapi saya punya masalah besar: memaafkan! Sulit sekali memaafkan tindakan orang-orang yang pernah menyinggung perasaan saya . . . sampai Tuhan kadang turun tangan dengan caranya sendiri untuk membantu saya melepaskan dendam tersebut.

Juni 2007. Saya sedang menyetir di jalan raya Mojosari, dari Ubaya pulang ke Malang pada akhir minggu. Sepanjang jalan yang lurus dan relatif sepi itu, saya tidak habis pikir mengapa saya masih saja merasa marah mengingat tindakan seorang mantan mahasiswa saya. Peristiwa itu sudah lama berlalu, mungkin sudah hampir dua tahun lamanya. Tapi perasaan marah itu masih menggumpal, dan sekalipun ketika itu saya sudah menegurnya, tetap saja ego saya membisikkan, “I could have done something worse to you”.

Tiba-tiba truk yang sedari tadi melaju kencang di depan saya mengerem mendadak! Spontan saya menggasak pedal rem untuk melambatkan laju mobil. Ketika mengganti gigi persneling ke satu dan bersiap mau bergerak lagi, pandangan saya tertumbuk pada tulisan besar pada bak truk itu: “YANGSUDAH LEWAT BIARLAH BERLALU”

Gedumbrangngng!! . . .

Karena saya adalah orang yang percaya bahwa ‘there is no such thing as coincidence’, saya langsung mengerti mengapa truk itu mendadak melambat ketika saya sedang bergumul dengan dendam atas peristiwa yang sudah lama lewat. . . .

Yang sudah lewat biarlah berlalu. Tidak ada gunanya menyimpan dendam, sebab itu sama halnya dengan memegang wajan panas di tanganku sementara orang yang mau dilempari wajan mungkin sudah lama hilang dari pandangan. . .

Truk aneh itu lantas berjalan lebih cepat dan kemudian hilang dari pandangan saya. Agak aneh ada truk memuat tulisan bijak seperti itu. Bukankah biasanya bak belakang truk memuat tulisan seperti “Kutunggu Jandamu”, “Awas Rem Angin”, atau “Siang malam Cari Setoran” atau semacamnya? Tapi truk yang satu itu?

Saya bayangkan jangan-jangan sopirnya . . . ah, sudahlah, apapun itu, The Divine tampaknya selalu punya cara untuk senantiasa mengingatkan dombaNya yang sedang kalap atau sesat supaya kembali ke jalan terang.

Sebagaimana Tuhan sendiri pernah bersabda: “I always love you. Yes, ALL-ways”

2 Comments

Leave a Reply