Terjun Bebas dari Ma Chung . . .

Setelah Bill Gates, tambah lagi satu orang drop out yang sukses luar biasa: Mark Zuckerberg, sang penemu Facebook.

So, makin pusinglah dosen dan guru dan mentor yang menghadapi pertanyaan dari anak didiknya: “Lho, lha kalau mereka yang drop out aja bisa sukses luar biasa seperti itu, terus ngapain saya harus susah payah kuliah, ya? Mending drop out aja”.

Seandainya saya dihadapkan pada pertanyaan serupa itu, akan saya jawab dengan simpel saja: “Ya, sudah, cobalah sendiri ikuti jejak mereka. Semester depan kamu drop out aja deh. And then let us see what will become of you”

Berani?

Camkan ini baik-baik: kalian hanya akan bisa sukses seperti Gates dan Zuckerberg dan beberapa gelintir orang lain kalau kalian punya bakat, tekad, kecerdasan dan . . . garis nasib yang serupa seperti mereka.
Kalau hanya tentang bakat dan kecerdasan saja kalian masih ragu-ragu, ya nggak usah bermimpi jadi drop out yang akan sukses. Karena setelah drop out, waktu kalian akan habis untuk merenung-renung: “Iya, ya, sebenarnya aku ini punya bakat apa? Punya kecerdasan apa? IP ku tinggi, tapi kayaknya belum cukup untuk menaklukkan dunia di luar kampus.” Lalu jadilah Anda pengacara (pengangguran banyak acara), atau junkie, atau penjudi, atau pemilik situs porno, atau a complete loser!

Para drop out yang kemudian sukses gila-gilaan itu seperti sudah punya naluri bahwa apa yang dia punya sudah jauh melebihi semua teori dan praktikum dan diskusi di kampusnya. Mereka yakin kelebihannya bisa dijual, dan mereka yakin kesempatan emas itu sudah datang, jauh sebelum mereka menerima ijazah dan transkrip sebagai wisudawan. Jadilah mereka berhenti kuliah dan menggarap kesempatan emas itu dengan segala tekad, bakat dan kecerdasannya.

Anda punya semua itu? Belum? Anda belum merasa hadirnya kesempatan emas itu? Kalau ada yang menjawab: “IYA”, ya sudah, silakan drop out. Tapi kalau banyak yang menjawab : “TIDAK”, atau “BELUM”, ya sudah, teruskan saja studi Anda di kampus yang luar biasa ini. Kesempatan emas itu akan datang begitu ijazah sarjana paripurna Anda genggam di tangan.

Wokeeey??

Pada posting berikutnya, saya akan bicara tentang orang-orang tamatan perguruan tinggi yang juga sukses dan terpandang. Untuk sekarang, saya cukupkan dulu sampai disini. Selamat belajar!

2 Comments

  1. terus terang aja saya ga pernah kebayang sama sekali bakalan DO…..atau dengan sengaja mengeluarkan diri dengan alasan hamil (opo iyo??)

    kayaknya saya lebih seneng sekolah(kuliah) deh…..semoga aja bisa S3…hohohoho….^^

    bener banget, orang yang semujur bill gates itu ga banyak…buktinya di machung aja Bill Gates cuma 1, dan sahabatnya si SAC jg 1……’tul g???

  2. Hoa ha haaaaaa, aku suka sekali komentarnya Agung! Khas Agung, dan juga sedikit banyak kayak saya. Aku pikir Agung ini kalau udah lulus S3 dan jadi manajer atau dosen, dia pasti akan punya gaya kayak mantan mentornya: berkarisma, dan tidak sungkan menonjolkan sisi ‘gendhengnya’ yang justru membuatnya semakin menarik. Saluteee, Gung!

Leave a Reply