Ada waktunya.

Ada waktunya ketika engkau harus menginjak-injak perasaanmu kuat-kuat untuk sesuatu yang lebih besar. Ada waktunya ketika engkau tidak bisa menangis karena penderitaan yang terlampau melebihi batas akal. ada waktunya engkau merasa, bahkan waktu pun tidak berpihak padamu, dan membiarkan engkau mengalami kegetiran yang menyebalkan. Selebihnya, ada waktu untuk menulis semuanya dalam kertas dan menjaganya di laci meja kerja sampai kau menemukannya hangus bersama kertas-kertas keinginan yang lain.

Ada juga waktunya, kau merasa bahwa perasaan yang kau miliki saat ini bukanlah milikmu. Ada waktunya, engkau merasa tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan udara untuk bernapas pun bukan milikmu! apalagi perasaan memiliki orang lain. Sehingga nanti engkau akan tahu mana yang harusnya engkau syukuri dan mana yang harusnya menjadi doa.

Ketika segala sesuatu ada waktunya, namun harapan tidak pernah mengenal waktu. Jika segala peristiwa ada waktunya, maka harapan seperti kereta api yang memiliki jalannya sendiri. Tidak sesuai dengan jadwal, karena ia selalu ada. Seperti cahaya lilin pada kaca yang memantul di malam hari, seperti bintang yang redup tapi tak pernah mati.

Mencintaimu adalah keputusanku, namun memilikimu bukan hakku, sehingga kehilanganmu adalah di luar kemampuanku.

by GraceForevah

4 Comments

  1. Khas Grace nih, tulisannya selalu bagus. Kayaknya dia memang sangat berbakat di bidang ini. Dan juga moral lessonnya: NEVER LOSE ANY HOPE. HOPE IS TIMELESS.

    Patrisius

  2. duuuhh……kq saia g ngerti ya????
    tuuiiing…tuiiingg……..
    @_@

    cintaa…cinta….cintaa……semua gilaaaaaaa……

Leave a Reply