Sang Pemikat

Wow…..setelah sekian lama saya terkubur dari dunia Bologging kini saya mampu bangkit lagi dengan berbagai pemikiran baru dan jiwa baru. Seneng banget rasanya setelah liat beberapa posting baru di Machungaiwo dari Pak Patris dan Grace, rasanya seperti tersengat listrik gitu. kejut-kejut-geli-mendesah…….ohh….tapi enak(ngiiikzzzzz). Posting pertama ini akan saya awali dengan sebuah posting mengenai pandangan saya tentang seseorang yang sepertinya “ditakdirkan” menjadi seorang pemikat.

Coba lihat disekeliling anda saat ini, mungkin ada satu atau 2 orang yang selalu menjadi daya tarik disekelilingnya, boleh jadi salah satunya adalah anda. Dia tidak cantik atau tampan, tapi dia sepertinya memiliki “sesuatu” yang menarik, menantang atau membuat anda selalu memikirkan dia.Tidak peduli apakah dia itu sejenis atau bukan karena sebenarnya ini tidak selamanya cinta, mungkin tidak lebih dari rasa kagum.

Ketika ada seseorang dalam hidup anda yang lahir sebagai “Sang Pemikat”, dia berlawanan jenis dengan anda. Tanpa ada sebab yang jelas, tiba-tiba anda selalu membayangkan dia, wajahnya, matanya, rambutnya atau bahkan keyiaknya pun bisa anda imajinasikan. Kemudian anda mulai memberanikan diri mencoba lebih dekat dengan dia, meski anda sekedar SMS atau menyapai “Hiii…..”

Perlahan-lahan dia mulai memberi tanggapan baik, mulai peduli dengan anda, mulai memberi senyum manis nan memukau kepada anda. Munculah sebuah pemikiran “wah…..sepertinya dia menyukaiku” (sambil memasang muka mesum). anda mulai melancarkan serangan perhatian dan sentuhan cinta, dia pun nampaknya begitu. Sebenarnya pada fase itu, anda telah terjebak dalam jeratan “Sang Pemikat”, karena kekecewaan akan datang sebentar lagi.

Suatu hari, anda meminjam HP teman anda dan membuka isi inbox sms…….GDDDUUBBBBBBBrrrrrrraaakkkk…!!!! anda pingsan…….

anda baru saja melihat pesan-pesan dari “Sang Pemikat” yang isinya penuh perhatian dan kasih sayang, kemudian anda mencoba menge-Check lagi di HP teman anda yang lain dan anda menemukan hal yang serupa….AAARrrrrrrrgghhh!!!!!!

“Selamat datang di Dunia Kekecewaan”

Yaaaa….begitulah fenomena yang sedang terjadi , begitu mudah terjerat oleh “Sang Pemikat”. Sebenarnya mereka yang menjadi “Sang Pemikat” mencoba menjadi seorang yang baik dan ingin memiliki “posisi” di hati sekelilingnya, dia tidak bermaksud menyakiti hati siapapun. Dia ingin menyenangkan hati semua orang dengan penuh perhatian tanpa disadari bahwa tidak semua orang bisa menangkap apa yang ia maksud. Meskipun suatu saat dia sadar akan sikapnya yang “terlalu baik”, dia cenderung enggan untuk mengubah hal itu. Dia takut apabila dia merubah sikapnya itu, maka lingkungannya tidak akan menerima nya lagi seperi sebelumnya. Jadi sebenarnya “Sang Pemikat” yang tipenya seperti ini HAUS KASIH SAYANG

Sedikit saran bagi kalian yang sedang terjerat atau akan terjerat oleh “Sang Pemikat”, sebaiknya kendalikan diri anda. Lihat situhasi terlebih dahulu, apakah perhatian yang dia berikan merupakan cinta nya kepada anda atau hanya sekedar perhatian yang anda anggap spesial tapi sebenarnya hal itu dianggap biasa oleh nya.jadi kesimpulannya anda ke-GR-an…………..

by Agung

11 Comments

  1. Hmm, betul-betul observant Agung ini.

    Hmm, saya kok jadi merasa tersrempet ya? Hmm, tapi kenapa? Apakah saya merasa seperti sang Pe– atau yang Di pe—?

    Hmm, menarik ini.

    Patris

  2. iya ya. dipikir2 orang kayak gitu emang eksis yah? aduh aq gak mau jadi korbannyaaa…!!! harus bener2 in control nih >.<

    btw, ‘Sang Pemikat’ yang udah berhasil ‘memikat’mu ni siapa Gung? hohoho

  3. gung.. tulisanmu ini menohok-nohok dan terang-terangan..wakkakakkakakakkk…

    baiklah..baiklah..
    topik ini secara eksplisit pernah menjadi salah satu bahan dalam campuran kopi yang nikmat diminum bersama teman-teman.
    tidak bisa juga kemudian menyalahkan salah satu pihak.

    ada orang-orang yang memang suka dipikat.
    ada orang-orang yang memang suka memikat.
    tapi, apakah orang-orang di golongan satu tahu bahwa mereka masuk tipe ini? begitu juga dengan yang kedua.

    nah, kita tidak pernah tahu seperti apa kita harus memperlakukan orang lain. ada yang bilang, tapi setidaknya kita kan tahu batasannya. oke, tapi seperti apa? kalau sudah begini? bukan hanya logika kan? tapi perasaan juga ikut berperan serta. kemudian, dimana batasan perasaan. toh, tiap manusia berhak untuk merasa senang, bahagia, bahkan jatuh cinta! tidak peduli siapa dia, apakah statusnya.

  4. @ Umy….
    sapa ya??? hahahaa….
    dsini saia khan g ngomongin diri saya, tp orang lain gt….wakakakaaaa…

    @ Grace
    wadoowhh…MAK-JLEEEEEEEEEEEEEBZZZZZZ….
    saia ga bisa menanggapi masalah ini, mungkin pak Patris bisa. Mengingat pengalamannya yang sangat RRRUUUAAARRR BIASSZZAA…..^^V

    (Agung)

  5. Jiaaahh…kok tau aja Agung bahwa saya punya pengalaman luar biasa di bidang ini, ha ha ha!

    Umy: yeah, stay cool, Umy. Ingat apa yang saya katakan: study is da numero uno.

    Grace: mestinya kamu bikin posting tandingan buat ini. Tapi aku setuju dg kalimat terakhirmu: everyone deserves to fall in love and to be loved.

  6. Grace, lha kan semuanya udah kamu ungkap panjang lebar di komenmu? Bentar, deh, kayaknya untuk urusan yang beginian saya sudah kebal rasa karena saking seringnya…bener lho.

  7. Itu maksudnya, saya udah kenyang pengalaman jadi Pemikat, walaupun sebenranya tidak sepenuhnya disengaja.

    Patrisius

  8. telat kalii yahh comment sekarang…
    hehehehehe…

    anyway…
    grace bener bangeth tuh…
    tapi tiap2 pihak juga punya tanggunfg jawab buat setiap keputusan yg di ambil…

    agung : ehhh… nekath bangeth sehhh…. ntar dia nangois lg lohh.., hahahahahaa

Leave a Reply