Ada Apa Dengan Cinta?

by Patrisius

Ada apa dengan cinta?

Kenapa kekuatannya begitu memabukkan? Kenapa daya pikatnya membuat akal sehat rontok? Kenapa kehilangannya membuat hati gundah, bahkan prestasi gemilang dan gelar tak mampu menghapus ratapan hati yang patah?

Untuk seorang mentor dan dosen yang sudah menikah, usia sudah kepala 4, makna cinta tak lebih dari perasaan perduli dan tanggung jawab yang melekat dengannya. Buat dia, termehek-mehek sudah bukan lagi bagian dari kamus hidupnya. Masih ada agenda lain yang menurutnya lebih ‘orgas’ daripada sekedar terkinthil-kinthil . . .

Tapi untuk mentee dan mahasiswanya yang masih berusia 20 an, jatuh cinta nyaris segalanya. Jatuh hati dan kemudian tak berbalas, atau jatuh cinta kemudian terpaksa merelakan sang kekasih terbang ke pelukan orang lain, mmmmhhh….nikmat dan sakitnya tak terperikan. Sakit, tapi juga nikmat. Apalagi kalau sudah bikin note di Facebook atau blog, kemudian dikomentari oleh para simpatisan yang lain, duuh, rasanya, nikmat dan sakit tiada tara. Athuuuh,… nyemm, enaaaakk! Terus diiringi mendengarkan “cinta ini membunuhku” oleh D’Masiv sialan itu! Wis, lengkap! Tinggal ngepruk dengan kursi supaya manusia konyol ini segera semaput!

“Let him go!!”. Ha haha, nyaris saya tak kuat menahan tawa membaca nasihat ini, dari seorang mahasiswa kepada temannya yang sedang berduka karena patah cinta.

“Ya, kamu enak aja ngomong begitu,” mungkin demikian batin sang insan yang sedang patah hati ini. “Tunggu sampai kamu merasakan kehilangan seseorang yang kamu cintai. Sakit, goblog!”

Ada apa dengan cinta??

6 Comments

  1. hhmm…..masak gitu sih????
    saia kaga gitu deh…..
    klo pergi, ya udah pergi aja…..cari yang baru yg lebih “semok”…nyakkzzz!!!! 😀

    eehh…ehh….tp ga tau juga sih klo seandainya besok2 saia nemu cwe yang “buzzzzeeeetttttttt” gt…..mungkin aja bisa jd tokoh cerita di atas…:(

    “Untuk seorang mentor dan dosen yang sudah menikah, usia sudah kepala 4, makna cinta tak lebih dari perasaan perduli dan tanggung jawab yang melekat dengannya.”
    OPO IYOOOOO?????????

    agunG

  2. Agung,

    Diamput!

    Ha ha ha, jangan marah ya. Itu ungkapan khas Malang yang menandakan keakraban dan perasaan senasib sepenanggungan sebagai dua orang pria yang menarik. Halah!

    Mentor

  3. pak Patris,

    Kleng……!!!!

    haha….jangan marah, itu hanya ungkapan khas Bali yang menandakan keakraban dan kasih sayang dari seorang mentee untuk mentornya yg menandakan kitas sebagai umat manusia paling menarik se-jagat raya…Halah!

    Mentee

  4. masuk banget pakkkkkkkkkkkkk……
    sangat maknyuzz di kepala saya…
    kalo gambar di komik…
    kayak gambarnya cewek cakep lg di tabok pake sepatu sama bapak – bapak tua yang celananya setengah melorot…
    gitu…
    (coba bayangkan barang 3 menit aja….. pasti ketagihan…) hehhehehehe

    bikin saya rela ke laut aja………..
    hahahahahahah……….

    tp kelautnya piknik pak……….
    hehehehehehehe

  5. Grace….ini posting venting off. Venting off itu artinya pelampiasan kegregeten seorang mentor yang sudah masuk masa “sadar” akan kegamangan para menteenya…

Leave a Reply