Ma Chung Bermuram Durja (Is Down but Not Out)

oleh: Patrisius

Untuk pertama kalinya saya memposting sesuatu yang agak murung. Bukan sifat saya sebenarnya, tapi apa boleh buat.

Yang pertama tentang suatu kelas yang saya ajar. Dari kantor saya siap dengan teknik yang potensial bisa menghebohkan kelas: saya bikin esai deskriptif tentang seorang yang tampan, plus gambaran tentang pantai yang mempesona. Lalu ada tugas dimana saya minta para mahasiswa menutup mata dan membayangkan sesuatu atau seseorang dengan seterperinci dan sedramatis mungkin.

Apa yang saya jumpai sebagai tanggapan sungguh mematahkan hati. Hampir semua mahasiswa memandang ke screen dengan tatapan kosong, lesu, lethargic. . . . Ketika akhirnya mereka merespon, terasa sekali betapa terseret-seret responsnya.

Karena tidak tahan, seusai kelas saya bertanya kepada kedua mentee saya yang juga menjadi mahasiswa di kelas itu.

“Ya, begitulah atmosfer di kelas kami. Nggak sama Bapak doang, sama dosen yang lain juga begitu kok”.

Terbayang seorang rekan saya yang mengatakan dengan sangat yakin bahwa kelas 2008 itu dikenal sebagai kelas yang hidup, antusias, heboh. Tapi apa yang saya jumpai tadi pagi disitu benar-benar kelas yang muram, lemas, males. Nggak mbayangkan gue mesti ngajar kelas kelabu kayak gini selama 3 tahun ke depan . . .

Yang kedua, tentang kelas Zhong wen. Di Open Forum dengan mahasiswa di Prodi saya, hampir semua mengeluh tentang beratnya beban belajar bahasa Mandarin ini. Kelas pagi sungguh sangat menyiksa. Tak sedikit yang mengatakan mereka tidak mau lagi belajar bahasa eksotis ini.

Asal tahu saja, seorang dosen Zhong wen yang selama seminggu terakhir ini sering berkomunikasi dengan saya mengatakan bahwa diapun merasakan hal yang sama. Dia sedih melihat para mahasiswanya kehilangan gairah belajar. Dia cerita bahwa kelasnya nyaris kosong karena hampir semua absen. Yang masuk pun sibuk belajar Kuis Besar kuliah lain, jadi dia dicuekin aja. Dia kecewa, tapi dia juga tahu betapa berat beban studi mereka. Dia mau marah, tapi takut menyesal nanti. Akhirnya dia hanya bisa marah kepada dirinya sendiri. . . .

…..karena sedang murung, tulisan ini selesai disini saja dulu . . .

3 Comments

  1. Saya adalah salah satu mahasiawa yang saat ini kehilangan 99% passion uintuk belajar zhong wen…..

    semuanya bikin BT…..
    semua sibuk sendiri……
    kykna saya bakalan ngulang taon depan aja dh…
    nunggu laoshi nya d ganti doeloe…..

Leave a Reply