Curcungers Bersorak!

“Yaaah, cuma dapat rangking 2!”

Demikian ungkapan kecewa para Curcungers (Curcuminoid yang juga Ma Chungers) setelah posternya dinyatakan menempati urutan ke 2 dalam lomba poster CB 2 kemarin.

Grace sebagai spokesperson, dan Agung sebagai aktor utama, plus segala doa dan semedi dari para Curcungers lainnya ternyata belum mampu membawa poster mereka ke tangga juara.

“Sebenarnya posternya menarik,” demikian ungkapan seorang dosen yang menjuri. “Temanya kena, lay outnya bagus, kreasinya boleh, tapi sayang sekali, begitu kita melihat ada foto mentornya ikut nampang disitu, kita semua langsung pada ill-feel dan akhirnya urung menobatkan poster ini sebagai juara”.

“Tak seorang pun di Ma Chung yang bisa mencegah mentor narsis ikut nampang di posternya,” demikian sanggahan dari sang mentor sialan itu lewat sms nya, ketika dimintai konfirmasinya oleh Ma Chung Nyus.

Curcuminoid adalah kelompok yang potensial. Di dalamnya ada mantan kandidat Ma Chung Queen and King, dan terutama ada sang Raki 2009 yang sepertinya hanya mengenal kata “menang” dalam setiap kontes yang diikutinya. Ternyata tidak cukup sampai disitu: sang mentorpun—menurut sumber yang layak dipercaya di Quality Assurance Department di Ma Chung—sedang mengikuti seleksi Dosen Berprestasi tingkat Kopertis wilayah VII, dan ikut juga sebagai kontestan dalam pemilihan Lecturer of the Year 2009.

Akankah sang mentor meneruskan tradisi menang para menteenya dan behasil menggondol salah satu atau bahkan kedua gelar tersebut? Ataukah dia senasib dengan sebagian mentee nya yang hanya sampai tingkat “nyaris menang” dan belum bisa jadi juara? Waktu yang akan membuktikan.

“Yah, kalau saya gagal, saya akan tetap menemukan alasan untuk tertawa, walaupun sambil mewek,” demikian kilah sang mentor. “Saya akan mengajak semua mentee saya makan-makan di kantin sambil mabuk arak, sambil tertawa terbahak-bahak dan menangis bareng-bareng,” demikian kata mentor itu dengan gaya tuturnya yang khas GJ tersebut.

Demikianlah sekilas info tentang Curcuminoid. Kita tunggu saja apakah mereka memang benar-benar potensial, ataukah sudah kehilangan potensinya sehingga hanya dapat sialnya doang . . .

(Patrisius- Ma Chung Nyus)

Leave a Reply