LANJUTKAN!

oleh Patrisius

Saya bangga sekali ketika pada usia 24 tahun mencapai nilai skor TOEFL 623.

Saya masih saja bangga ketika meraih gelar Cum Laude sebagai Doktor di usia 31 tahun.

Namun, saya sudah tidak lagi sebangga itu ketika pada usia 42 tahun menerbitkan buku saya yang kelima.

Sebaliknya, saya bangga ketika Agung datang menyodorkan koran Malang Post edisi Senin yang memuat artikelnya tentang beragama di Indonesia, lengkap dengan fotonya.

Rupanya pusat kebanggaan itu mulai beralih, atau bahkan sudah beralih, dari pusat keakuan saya perlahan bergeser ke pencapaian anak-anak muda yang saya asuh. Ya, tentu, saya masih senang melihat beberapa pencapaian saya, namun rasa bangga yang benar-benar bangga banget itu muncul manakala melihat generasi muda yang saya ajar atau saya didik akhirnya mampu melakukan pencapaian-pencapaiannya sendiri. Rasa puasnya tak terperikan oleh kata-kata. I do a lot of efforts to develop them, and they are developing!

Agung adalah kasus yang mewakili gambaran keberhasilan saya sebagai seorang pendidik bergaya tut wuri handayani. Dia beberapa kali datang mengkonsultasikan naskah yang sedang dibuatnya; saya memberikan inti sari panduan tanpa terlalu banyak memberikan campur tangan di naskahnya; ketika akhirnya dia mengirimkan naskah finalnya ke saya, saya hanya bilang: “saya punya perasaan naskah ini layak dimuat di koran. Coba deh kamu kirim ke sebuah harian”. Agung masih agak ragu, tapi toh dia kirim juga. Nah, sekarang terbukti kan? Apa juga gue bilang? Dimuat kan?

Saya masih punya sekian belas mentee. Saya tunggu momen-momen emas mereka, momen dimana saya bisa mengatakan sambil tersenyum lebar: “Yes, I’m proud of you!”.

4 Comments

  1. thanks a lottttttt…….

    ya saya juga bersyukur akan hal itu…

    tapi terus terang saya masih tidak bisa tenang selama masih dalam minggu UAS, jadi saya tidak bisa merasakan kepuasan 100%…….

    apabila UAS saya nanti sukses pastinya itu jadi oleh2 saya pulang k Bali…^o^

Leave a Reply