LUAR BIASAAA . . . ! apanya??

by Patrisius

Luar Biasa! Luar biasa! Betapa seringnya ungkapan ini diteriakkan oleh Ma Chungers. Karena terlalu sering, jadi jatuh murah. Semua pencapaian dibilang “luar biasa!”. Anak-anak UMC kalau ditanya apa kabarnya, jawabannya juga latah “Luar biasa!”. Syukur saya termasuk satu-satunya Ma Chunger yang tutup mulut rapat-rapat tidak mau ikut-ikutan latah berteriak “Luar biasa!”.

Luar biasa itu artinya extra ordinary. Artinya lebih dari yang biasa, lebih dari sekedar normal atau wajar; lebih dari sekedar datang, duduk diam, manggut-manggut kemudian pulang. Lebih dari sekedar datang ke kantor, kerja di komputer (sambil nyolong-nyolong Facebookan), kemudian pulang jam 5. Kalau hanya yang begituan kemudian dilabeli “Luar biasa”, terus terang saya ogah buka mulut hanya untuk meneriakkan “luar biasa!” padahal dalam hati bertanya “luar biasa apanya??”.

Lha terus apa rupa pencapaian yang membuat saya bisa dengan tulus mengucapkan: “Yess! Anda atau kita memang luar biasa!”

Saya tidak tahu. Soalnya saya belum pernah melihat yang seperti itu di Ma Chung.

Yang jelas tidak banyak, atau BELUM banyak. Prestasi akademis dosen Ma Chung yang meningkat 1000 persen lebih salah satunya. Dalam waktu hanya dua tahun, para dosen, dan juga sebagian mahasiswa, bisa menulis, penelitian, seminar, dan menyabet gelar juara lomba ilmiah sebanyak itu. Itu baru luar biasa!

Prestasi seorang mentee saya di bidang ikon Malang dan Jawa Timur juga terbilang luar biasa. Ya jelaslah, seorang ratu mah bukan ratu kalau nggak luar biasa.

Ada mahasiswa manajemen yang bisa menembus seleksi sampai ke Jerman, itu juga luar biasa.

Ada dosen Ai Ti yang bisa menulis lusinan buku dalam waktu setahun, itu juga luar biasa.

Nah, apalagi? Ya, hanya baru segitu. Belum banyak.

Makanya, jangan heran atau tersinggung kalau salah seorang dari kalian—either dosen atau mahasiswa—yang bertanya “apa kabar” di forum kumpul Ma Chungers dan melihat saya bungkam. Saya hanya sedang berusaha menempatkan muatan sangat terhormat dan menakjubkan yang pantas diberikan pada label “Luar biasa”. Selama muatan itu masih separo-separo atau bahkan nyaris kosong, saya tidak akan repot-repot meneriakkan “LUAR BIASA!”.

Kalau Anda mahasiswa saya, sekalipun kalian memberi rating saya luar biasa tinggi pada semester lalu, saya juga tidak akan mengumbar pujian itu sembarangan manakala Anda menyelesaikan tugas dari saya atau lulus dari kuliah saya. Only if you achieve beyond that will I say to you “Kamu luar biasa! LUAR BIASA!”.

“Patris, apa kabarnya nih?”
“Oh, baik-baik!”.

Leave a Reply