I’m feeling blue..

Hari ini tanpa sengaja saya melihat wajah orang yang sejak 1 tahun yang lalu saya anggap sebagai teman baik. Ternyata itu ekspresi yang sama dengan ekspresi sebagian besar orang – orang lain. Ekspresi wajah yang tersenyum manis di depan seseorang, kemudian tergantikan dengan ekspresi senyum datar dan memincingkan mata ketika orang tersebut berbalik pergi.

Apakah ini bukti dari pernyataan-nya bahwa, apapun yang terjadi nanti, dia akan menjadi orang yang sama. Sama seperti kebanyakan orang. Entahlah.. Saya tidak yakin.

Tapi apapun itu, jika suatu ketika saya harus berbeda, saya akan tetap memilih jalan berbeda itu. Yaa.. dan itu sedang saya jalani sekarang. Sekalipun pada alhirnya saya harus sendirian menjalani-nya.
Saya sadari, sekarang saya sudah menjalani kondisi sendirian itu.

Kita sudah berpisah teman…
Berpisah dalam simpangan jalan yang nantuinya akan membedakan sikap kita.
Kita masih akan berteman, tentunya, tapi dalam jalan yang berbeda.
Tak apa, itu sebuah keputusan pribadi masing – masing.
Sebenarnya saya sedih, tapi saya yakin, kita punya pertimbangan masing – masing.

Selamat jalan teman…
Kita berpisah di persimpangan jalan sikap ini.
Semogaa… Suatu hari, ketika kita tahu apa yang kita dapat dari perbedaan ini akan membawa kita pada sebuah pertemuan lagi. Yang mana pertemuan itu berada pada sebuah jalan yang sama, jalan yang terbaik yang di berikan Tuhan, dan kita berjalan lagi bersama – sama disana.
Amien.

by : Bio
NOTE : untuk orang – orang yang saya sayangi, sahabat sekaligus keluarga saya di Ma Chung. Pak Patrisius, Pak Hari, Mrs. Lilis, dan dosen – dosen lain. Grace, Agung, Ade, Pamela, Didi, dan teman – teman mentoring. Anne, Richard, Ummy, Ayub, Alfons, Citra, dan teman – teman dari prodi lain. Terima kasih selama ini mungkin kita sudah pernah berjalan pada track yang sama, dan bahkan membimbing saya melalui jalan tersebut. Itu menjadi cerita di kehidupan saya. Entah kenapa hari ini saya merasa sedih sekali, meskipun saya sadari Tuhan akan memberikan kebahagian dari kesedihan ini.
Mari kita sama – sama bersyukur.

5 Comments

  1. hmmm… semoga ini menjadi titik awal perjalanan panjang yang akan kamu jalani… melelahkan memang, tapi ini tetaplah sebuah anugerah Tuhan. Ada tiada, bertemu berpisah, menangis tertawa itu adalah lingkaran yang tak akan terpisahkan. Sebuah keputusan yang akan membawamu menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang kokoh, dan pribadi yang berkemandirian kuat. Selamat !!

  2. Lho? Lho? Melow sekali yaaa…

    Tiap harinya, masing-masing orang berubah menurut caranya sendiri. Seiring dengan jalan yang mereka tempuh mulai tampak tikungannya, kelokannya, terusannya…
    Kalau kemudian ada kabut-kabut datang berupa fakta-fakta yang mengejutkan, itu merupakan pertanda baik untuk melanjutkan perjalanan. Cuaca sedang berpihak padamu.

    Ternyata friendship bukan cuma soal makan bareng, curhat-curhatan, ketawa-ketiwi bareng ya, bi…

  3. Iya, Grace, saya setuju dg yang terakhir itu: bukan sekedar kumpul en katawa-tawa, makan-makan. A friend in need is a friend indeed. Justru ketika kita lagi susah, gak bisa ketawa apalagi makan, org yang hadir untuk menghibur itulah teman sesungguhnya

Leave a Reply