Tentang Hobi

Hanya orang gila yang punya hobi. Dan karena rata-rata dari kita punya hobi, maka sebenarnya kita semua gila. Lha gimana tidak? Kalau kita renungkan, banyak hobi yang sebenarnya tidak masuk akal dari segi kantong, dari segi sumbangsih ke orang lain, dan dari segi daya pikat terhadap orang lain. Kalau sudah hobi, yang paling penting adalah kepuasan diri sendiri. Jadi, namanya aja hobi, gak penting banget apa itu membuat kantong makin tipis, atau membuat orang lain sebal, atau mungkin malah membahayakan kesehatan.

Hobi saya tuh nonton balap mobil Formula 1. Untuk adik dan ayah saya, ini hobi tidak masuk akal: “lha untuk apa ngeliat orang berhelm muter-muteri sirkuit kayak wong edan gitu??!”, demikian komentar adik saya (mungkin juga setengahnya kesal karena tidak bisa merubah channel TV karena remotenya saya pegang).

Hobi lebih ‘aneh’ lagi adalah ngupreki blog saya. Entah kenapa saya suka sekali mengutak-atik elemen-elemen pagenya, nambahi ini nambahi itu, ganti warna, ganti Theme, wah, segala macem, padahal saya sadar benar blog saya itu sudah gak laris blas (masa dari tahun 2008 sejak didirikan, clicknya hanya 8 ribu sekian; sementara blog lain bisa 80 ribuan). Tapi yah, begitulah, namanya juga sudah hobi. Biar tahu blog saya sudah gak laku, gak ada yang baca, tapi saya tetap aja asyik mengutak-atiknya.

Buat saya, hobi beberapa orang mungkin juga kelihatan aneh: ngumpulin kartu telpon, ngumpulin karcis tanda masuk, ngumpulin mobil-mobilan mainan (kalau di rumah saya mah udah saya loak).

Nah, tentu saja ada hobi yang bermanfaat untuk orang lain: memasak, bikin kue, mengajar (boleh percaya boleh tidak, ada rekan yang kalau sehari saja tidak masuk kelas untuk mengajar, langsung encoknya kambuh).

Terus ada hobi yang membahayakan lingkungan dan nyawa atau kesehatan mental orang lain: ngebut di jalan raya, pakai rok mini di tempat-tempat umum, menembak burung, . . . Dan tentunya membahayakan nyawa sendiri: bungee jumping, bertualang ke gua-gua, berenang di pantai yang mau dihajar tsunami . . .

Oh, so much about hobbies . . .

Teka-teki: kalau pria suka pria namanya homo; kalau wanita suka wanita namanya lesbi; lha kalau pria suka wanita namanya apa?

Jawab: HOBI!

4 Comments

  1. Hebat hebaaat! Saya punya pikiran SAMA kaya Bapak!
    Cuma ga bisa put into words XD
    Saya mau link seorang yang suka cuap2 seenaknya tentang hobi orang lain.
    Makasi banyak Pak buat tulisan2 bapak yg ALWAYS berbobot! >_<b

    Last linex mantabh XDDD

  2. Feli, yah, begitulah, hobi memang aneh tapi asyik aja 🙂

    Cuap2 tentang hobi orang lain? Mengkritik maksudnya? Yah,kalau gitu dia harus baca posting saya ini:)

    Mantap!

    Patrisius

Leave a Reply