Blog Machungaiwo, D’Masiv, i-Phone, 4LAy, dan Pulau Bali

Saya lagi asyik ngrokok Djarum Super di Theater Room ketika sekretaris pimpinan mendekat. “Bapak dipanggil pimpinan,” katanya.

Dheg! Ada apa ini?

Saya masuk ke ruang pimpinan. “Pak,” katanya dingin tanpa menggeser pandangannya dari screen komputer. “Ini soal blog Anda. Saya perhatikan beberapa minggu terakhir ini kok posting-postingnya soal cinta melulu; yang naksir kek, yang sayang kek, yang kawin kek. Kok jadi gini??”

“Tapi, tapi justru itu yang laris dibaca,” saya berusaha menjelaskan.

“Loh, Anda ini mau dagangan blog atau gimana??” tukasnya ketus. “Nggak bisa, harus dirubah ini. Tulis dong sesuatu yang lebih inspiratif, yang lebih bermutu, nggak cuma termihik-mihik kayak gini. Ntar kalau tetap nulis kayak gini, minggu depan Anda kami daftarkan jadi anggota D’Masiv lho!”

Saya langsung lemas. Pertama karena memang belum sarapan, kedua karena ancaman dijadikan anggota band D’Masiv yang lagu-lagunya bikin lemah syahwat itu benar-benar menohok.

“Baik, nanti saya cari ide untuk membuat posting yang lebih bermutu”, kata saya.

Maka saya pun ngelamun dot kom di ruangan saya, mencoba mencari ide untuk posting yang lebih bernas.

Hmm, mau nulis apa ya?

Soal Pulau Bali? Pulau yang cantik nan elok itu menghadapi abrasi gelombang laut yang mengikis pantai-pantainya dengan kecepatan mencengangkan: dari sekitar 400 km garis pantai, hampir separonya sudah tergerus oleh air laut. Per tahun bisa sekitar seratus meter an atau lebih amblas karena gelombang yang tegak lurus itu datang bertubi-tubi tanpa henti. Akibatnya, penduduk tergerus, rumahnya terbenam air pantai, bahkan ada lidah ombak yang sudah menjulur ke arah salah satu pura. Ini diperparah oleh reklamasi besar-besaran yang dilakukan oleh beberapa pengembang kawasan wisata. Akibatnya, bentuk pulau Bali bisa berubah. Adaw! Bali kita yang elok itu . . . kleleb!

Atau tentang cacat antena di i-Phone nya Apple? Ceritanya, Steve Jobs yang termashyur itu sampai harus menjelaskan kepada publik kenapa antena i-Phonenya yang langsung disatukan dengan casing itu membuat “No Signal” di beberapa lokasi. Dia enteng saja membela produknya: “nggak ada produk i-Phone lain yang tidak lepas dari masalah. Lagipula itu sebenarnya cuma masalah kecil yang di blow up oleh media massa”. Enteng aja, lah, Mas Jobs!

Nah, sekitar Amerika juga ada berita baik: perusahaan minyak BP akhirnya berhasil menutup semburan minyak mentah yang keluar dari kedalaman laut 5000 kaki di Teluk Mexico. They spent eighty-four goddamned days to finally stop the gushing oil!. Oh, saluut! Akhirnya ketutup juga, mampet pet! Kenapa ya kok Lapindo nggak bisa seperti ini? Kenapa lumpur Porong terus menyembur? Aneh bin ajaib memang negeri kita ini. Dasar retard.

* * *


“H4||00 4p4 K4|3 A r x?”
Bisa baca nggak tulisan di atas itu? Versi warasnya: “Hallo, apa kabarnya?”. Nah, itu adalah versi ALAY yang entah gimana bisa makin populer di kalangan Generation Y. Adalah mahasiswa saya Barda Gilang Kusuma yang mencermati fenomena aneh ini dan dengan kritis meramalkan bahayanya kalau pemakaian bahasa seperti itu tambah meruyak. Ya, saya bisa sangat memahami sudut pandangnya. Benar-benar tidak nyaman membaca tulisan alay, bikin mata sakit. Itu sebabnya kenapa saya malas mengunjungi blog lain, apalagi kalau yang nulis Gen Y, soalnya banyak tulisannya yang alay. Udah isinya payah (kebanyakan hanya curhat atau nafsu-nafsu terpendam gak jelas), tulisannya 4L4Y pula! Ya, sebentar lagi musim nulis skripsi. Kalau ada yang pakai tulisan AL4Y di skripsinya akan langsung saya suruh drop out aja, soalnx aq tuw g suka bgt 4lay!

Hmm, sejauh ini, belum sreg juga mau nulis apa. Piye iki? A-haaa, saya tau, saya mau menulis topik ini aja dah: mengapa perempuan cerdas tak bisa lepas dari pria berkelakuan buruk! Ternyata ada studi ilmiah yang menjelaskan mengapa wanita-wanita yang kelihatan smart dan anggun tidak pernah bisa lepas dari pria-pria egois yang dipandang “bad boys” oleh umum. Ternyata itu ada hubungannya dengan hormon oxitocyn, cortisol, serotonin, pheromones dan karbohidrat. Wanita baik-baik pun bisa ‘liar’ kalau hormon . . . uuups, tapi kayaknya topik ini potensial nyrempet ke termihik-mihik lagi deh. Kalau ketauan atasan, saya bisa benar-benar bisa didemosi ke band D’Masiv. Mampuslah. Jadi, ok, topik tentang wanita lengket ke bad boys itu untuk posting berikutnya aja!

9 Comments

  1. bikin blog yg ‘berisi’ mmang susah2 gmpng…
    tp, trima ksh untk postingan yg sbelum2nya, setidaknya itu membuat sy trtarik mmbaca postingan lain apapun isinya dr blog ini.

    great beginning^^

  2. Wow, dinda, nyaris engkau membuat jantungku berhenti berdetak 🙂

    Thanks.

    Enjoy the ride. If you dont like it, just jump off the horse 🙂

  3. Gaya bahasa pimpinan itu… Sepertinya akrab sekali ya di telinga saya…
    Semacam dejavu gitu waktu bacanya… Hehe2…

  4. Pak Windra,

    Ha ha ha! Mirip ya? Padahal itu mah khayalan belaka. Lha kalimat pertamanya aja udah khayal: manalah mungkin ngisep Djarum Super di Theater Room:)

  5. nah ini dia… good girl attached with bad boys… it does happened.
    saya bakal ndak sabar nunggu postingan bpk berikutnya!

    untuk alay.. ada bbrp tmn saya mau membela hak alay krn merasa, itulah kebebasan berbahasa dan berbicara (kebablasan menurut saya.) bpk sudah tau JEJEMON? itu anak2 alay yg ada i filipin kalo g thailand gt pak.. rupanya fenomena ini di luar negri juga ‘mengganggu’
    XD

    oh ya ini akun bersama saya bersama 2 org shbt sya
    kami buat blog : http://www.bukukuning.wordpress.com tp belum brani publish krn isinya…
    langit dan bumi dgn blog ini

    HEHE

  6. 1. Kaget kq smoking in UMC XD
    2. “Dasar retard” BRUAKAKAKAK tulis di koran sekalian, Pak!! XD
    Mantab nih XD

    Eh saya baru tau loh Bakrie tuh brengsek, kirain emang Lapindo terlalu besar sampe nothing can be done, aih padahal mereka aja yang RETARD =,.= lol

    3. Di Japan juga ada loh cara nulis semacam alay, tapi itu biasax untuk menghindari orang lain mbaca tulisan mrk di tempat umum kaya train. Kan bisa dibaca orang sebelah.
    Lebih hi-tech yg Japanese soalnya lebih kaya code, ga semua orang bisa baca loh 8D

    4. Tulisan Bapak sama sekali ga “ga bermutu” kalo saya bilang. Meski ttg romance and so on, but they help those who want to be helped XD
    Berbobot kok 😀

    5. I’M SO LOOKING FORWARD TO THE NEXT POST!! 8DD

    6. Belakangan semakin banyak yg komen ya? Nice ^o^v

    7. Cerewetnya dirikuuuuwh ckckckck =,.=z

  7. Vania dan Feli, thanks buanyak banget untuk komennya.

    Untuk alay, ya bisa aja ada yang membelanya sebagai kebebasan berbahasa; namun yang membaca juga punya kebebasan untuk tidak membacanya kan? Coba deh ke teman2 yang membela itu disodori satu teks yang penuh alay; kalau mereka happy dan easy membacanya, saya salut! Kalau ternyata pusing, ya they ‘d better reconsider what they call “freedom of using language”.

    Ok, Feli and Vania, tunggu posting berikutnya deh tentang pheromone-driven bond itu:)

  8. Pingback: 2010 in Review of Machungaiwo « Machungaiwo – Ma Chung Cinta Akoe

Leave a Reply