Mimpi Yang Aneeh . . .

Sudah tiga malam berturut-turut saya bermimpi tentang seseorang. Yang menyeramkan, pada kehidupan nyata sehari-hari saya nyaris tidak pernah memikirkan orang ini. Pikiran saya tertuju pada pekerjaan dan orang-orang lain, sama sekali tidak ada tempat di memori untuk orang itu. Kami memang pernah kenal dekat, setelah itu berpisah, mungkin tidak akan ketemu lagi. Tapi mengapa dia mendadak muncul di mimpi saya, tiga malam berturut-turut?

Saya selalu yakin bahwa di balik segala sesuatu di alam fana ini selalu ada penjelasannya. Saya tidak puas kalau orang menjelaskan mimpi itu dengan kalimat, “ah, itu kan cuma bunga tidur, gak usah dipikirkan!”. Ini mah penjelasan yang tidak menjelaskan sama sekali.

Pasti ada sesuatu yang memicu mimpi itu. Dari beberapa hal yang saya ketahui, dengar, dan baca, mimpi bisa merupakan pertanda adanya keinginan yang terpendam, atau firasat akan terjadinya sesuatu. Saya sudah menulis hal ini di posting saya yang berjudul “Mimpi” , (kalau gak salah . . . tuh kan, saking banyaknya posting, saya sudah lupa judulnya satu-satu >.<. Kalau penasaran, cari aja di kolom Searchnya dengan kata ‘mimpi’). Nah, tapi untuk gejala mimpi yang ini, saya belum menemukan penjelasannya. Kenapa orang yang sudah lama berpisah dan sudah saya lupakan tiba-tiba muncul begitu saja di alam bawah sadar saya?

Apakah dia sedang memikirkan saya? Ah, bisa jadi, tapi rasanya ini mustahil sekali. Saya yakin kami langsung melupakan satu sama lain begitu berpisah. Jadi kenapa?

Ahli di yahoo.com mengatakan, mimpi itu selalu datang berupa perlambang: kunci berarti kehidupan yang terkekang, ular berarti bahaya, jatuh sakit berarti sedang dendam, dan sebagainya. Tapi kalau yang muncul adalah seseorang yang nota bene sudah lenyap dari pandangan mata dan jauh di hati, apa artinya? Bisu lah si ahli yahoo itu.

Terus saya ingat, dulu mimpi seperti ini juga sering terjadi ketika saya masih bekerja di Surabaya. Ada satu orang yang juga pernah kenal dengan saya, kemudian kami bertikai karena satu hal. Nah, semenjak hubungan yang makin mendingin itu, beberapa kali saya mimpi bertemu dengan dia, padahal dalam hidup nyata saya sibuk memikirkan orang lain. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Nah, sebutlah orang pertama yang saya ceritakan tadi bernama B, dan si orang di Surabaya ini bernama Y. Dua hari yang lalu saya bertanya-tanya dalam hati: ada apa dengan si B dan Y? Kenapa muncul terus di mimpi saya?

Tahu apa yang terjadi? Kemarin malam saya mimpi bertemu dengan si B dan si Y sekaligus! Sewaktu bangun, pikiran saya sudah tidak bisa lurus lagi. Saya jadi agak merinding. . . .!

Wah, sudah panjang posting ini. Belum ketemu juga jawaban mimpi misterius itu. Coba, akan saya lihat akan mimpi apa saya malam ini. . . .

4 Comments

  1. Masalah-masalah yang belum tuntas yg berkaitan dengan orang lain (seperti misalnya bermusuhan, bermarah2an, cinta tak kesampaian, hutan yg belum dibayar, dst) akan tersimpan di level sub-conscious kita. Ia akan mengendap di dalam batin, tertumpuk makin ke bawah oleh beban2 lain yg masuk ke dalam batin. Jika kondisinya pas, ia akan keluar sbg ingatan yg memancing emosi. Namun ini juga tidak gampang dan tidak sering, karena dalam keadaan sadar aktif, kita sibuk melakukan hal2 lain shg beban2 ini tidak muncul ke permukaan. Dan karena ia tetap tersimpan jauuuh di lubuk batin, ia akan menghantui kita dalam bentuk mimpi. Or worse, seperti yg bapak lihat di flatliners, beban2 itu ‘dipaksa’ muncul ke permukaan saat nyawa kita akan terlepas dari tubuh ini. Lha kalo ingatan2 manis yang muncul ya kita akan mati dalam damai, tapi kalo yang buruk2 kan berabe…. Itu makanya kenapa ada orang2 yg mengeluarkan airmata berderai2 saat sekarat, pasti memori2 yg menyedihkan sedang berkecamuk di pikirannya… kira2 begitu pak?

  2. Merrieling dan Fiona,

    Wah, so many thanks for the answers! Saya kira memang betul sekali apa yang Anda katakan. It explains now.

    Patrisius

  3. Maybe you want to meet them and fix things 😛

    Pak, kalau sering mimpi lari-lari–be it running away or running after–artinya apa?

Leave a Reply