Bagaimana Menolak Cinta Pria Ngebet

Seorang gadis kebingungan karena sedang dikejar-kejar seorang lelaki, dan celakanya dia tidak tahu bagaimana menolaknya.

“Sudah saya pakai segala macam cara,” katanya suatu siang. “Mengacuhkan sms, tidak membalas sapaan di Facebook, meminta sopir saya untuk menjawab telponnya, bahkan sampai pura-pura pacaran dengan teman sekelas saya, eh, dianya tetap bersikukuh. Maju terus pantang mundur!”.

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Putus asa.

“Capek dikejar-kejar terus seperti ini,” keluhnya. “Dulu ketika kenalan, rasanya dia biasa-biasa saja. Entah darimana asalnya, tahu-tahu dia tertarik kepada saya dan mulai melancarkan serangannya.”

Seorang teman menyarankan untuk mengalah sedikit, dan memberinya kesempatan untuk bisa berbicara. Siapa tahu setelah ketemu dan berbincang, si pria ini merubah pikirannya.

Si gadis menurut. Dibiarkannya si pria itu datang dan mengajaknya berbincang. Celaka tiga belas! Bukannya menjauh, si pria malah tambah tergila-gila begitu melihat cara bicara dan kepribadian si gadis ini yang memang gorgeous.

“Gimana ini??!!” serunya setengah gila.

Lalu datanglah seorang yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Dia membisikkan sesuatu di telinga sang gadis. Sang gadis manggut-manggut dengan mata berbinar. Keesokan harinya, di luar dugaan dia mengajak si lelaki pemburu itu berbicara lagi.

Mereka berbicara tidak sampai setengah jam. Si pria kemudian berbalik pergi, dan tidak pernah lagi memunculkan batang hidungnya di depan si gadis. Semua kontak–FB, blog, sms–putus.

Si gadis tersenyum lega. Woo-hoeeeyy!

“Emang apa yang kamu katakan kepadanya?” tanya saya yang akhirnya tidak bisa menyembunyikan heran.

“Sederhana,” jawabnya riang. “Saya tanya, kamu ini bekerja sebagai apa? Dengan gaji sekian itu, kamu yakin bisa membiayai hidup saya? Saya termasuk pemuja pria sejati. Pria sejati itu mampu memberi rasa aman pada wanitanya, bukan secara fisik, namun lebih kepada jaminan finansial. Gaya hidup saya tidak bisa dikatakan murah. Paket hemat nggak ada dalam kamus saya. Kalau bisa beli yang eksklusif, kenapa mesti beli yang KW 2 atau imitasinya? Nah, Mas yakin bisa memberikan jaminan untuk memenuhi kebutuhan itu? Kalau yakin, ya, . . . saya tidak keberatan jalan sama Mas.”

@#$!

“Maaf, bukan saya materialistis, tapi . . .” dia tercekat sebentar. “Ini realistis.”

Saya tersenyum kecut. Menjabat tangannya.

“Loh, kok salaman?”

“Iya, makasih ya, kamu memberi saya ide untuk nulis di blog.”

12 Comments

  1. nah repot kalo ni cowo ambisius 13 pak. bukan celaka 13 lagi,
    ngotot bahwa mampu bisa melakukannya asal si cewe sama dia,
    pdhl cewenya, jujur deh, g ada hati sama cowonya, meskipun kayanya selangit..
    jadi rawan juga dong pak kalo jawab ‘kalo anda bisa menyediakan buat saya.. saya mau jalan sama anda’ gambling bener. kalo si cowo minder, mgkn mundur. kalo sebaliknya, jegler pak T.T

  2. bagi saya sih ,selama kita hidup di dunia ini menjadi seseorang yang di cintai sesama merupakan hal yang biasa saja,tidak ada yang istimewa ,dalam arti selama kita tetap bersikap sopan dan baik pada mereka yang ngebet tersebut,lama-lama mereka akan menyadari sendiri dengan sikap yang biasa saja mereka pasti memhami bahwa kalau jodoh tak akan kemana tuh, dan saya yakin hal ini akan membuat mereka sadar bahwa rasa cinta memang memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.

  3. jawab aja dengan jujur pak kalo emang ga suka.
    kan dengan jujur si pria ga tersinggung dan ga bepikiran negatif tentang ce..
    itu menurut saya pak..hehehe

  4. menurut saya cinta itu lebih baik dari pada perasaan negatif,dan tentu saja budaya cinta yang luhur dan suci jangan sampai diselewengkan ,artinya dijadikan ajang pelampiasan nafsu rendahan,seperti yang sering kita saksikan dewasa ini banyak gadis- gadis yang rela menyerahkan mahkotanya demi mengatasnamakan cinta pada priya pujaannya,yang pada akhirnya kita para wanita akan menjadi korban dan menanggung dosa,bukan saja di akhirat kita akan mendapat siksa ,namun sejak di dunia kita akan hidup dengan penuh dosa dan perasaan ini akan berpengaruh tentunya bagi kelangsungan hidup kita selanjutnya,apalah artinya hidup yang hanya sekali ini apabila kita tidak bisa dipercaya oleh orangtua apalagi mengecewakan Allah yang telah menjaga kita dalam suka dan duka ,seumur kita hidup di dunia. Untuk itu catatan buat adik-adik yang masih hijau para gadis-gadis yang masih muda belia ,cintai diri kamu dan jagalah kesucian dirimu sampai kau bertemu seseorang yang rela menjaga diri dan menghormati cinta itu,karena pada dasarnya gadis yang baik itu pasti akan mendapatkan pria yang baik juga,jangan mudah percaya pada rayuan lelaki iseng ,karena sudah menjadi tabiat kaum lelaki kerjaannya bermain coba-coba demi memuaskan egonya untuk mempengaruhi keimanan kita ,bila mudah syukur dan kalau kita mati-matian menjaga kehormatan kita dengan sepenuh ketahanan yang ada,itu merupakan sebuah tantangan baginya ,agar kita bertekuk lutut dihadapannya,jadi sebagai wanita hati-hati dengan perangkap ini,lebih baik berkonsentrasi penuh mengembangkan diri membuka cakrawala dunia ini utuk bekal dari pada memikirkan cinta yang akan melemahkan segala semangat yang ada ,berjuang dengan sekuat tenaga untuk mencapai cita-cita agar kelak dapat menjadi seorang ibi yang baik tidak saja bagi keluarga ,tapi juga bisa mendidik lingkungan di manapun kita berada,mengingat dewasa ini menjadi seorang ibu semakin banyak dituntut tanggung jawab yang sangat berat ,karen disamping harus menjaga dan membereskan seluruh urusan tetek bengek rumah tangga pada umumnya juga harus membantu para suami ikut serta mencari tambahan belanja untuk keperluan keluarga ,jadi janganlah disia-siakan masa remaja ini dengan perbuatan cinta-cintaan yang belum waktunya kita nikmati,kasihanilah orangtua yang setiap detik berharap atas keselamatan hidup kalian di dunia dan akhirat selamat.

  5. Sesungguhnya memang sengaja Allah ciptakan cinta ini di dunia ,agar kita bisa hidup berdampingan antar sesama manusia ,karena dengan adanya rasa cinta yang ada membuat hidup ini menjadi lebih indah karena rasa cinta ini membuat kita menjadi pribadi yang selalu mensyukuri segala nikmat yang ada ,betapa cinta itu membuat segalanya berubah menjadi indah ,jadi apabila kita hidup di dunia ini tidak pernah tersentuh oleh dalamnya perasaan cinta , tentunya jiwanya akan gersang , kering dan tidak mudah empati pada kehidupan ini,bersyukur kita yang sejak lahir sudah mendapatkan kehangatan cinta seorang ibu kandung kita,karena inilah landasan bagi kita mengengal hidup itu,karena di tangan kaum ibu cinta itu tidak pernah kering.

  6. Wah, saya ga setuju ama ini cewe nih.

    1. Dia materialistis.
    Bilang “realistis” sih…cuma alasan supaya “terdengar” lebih baik.
    2. Dia ga independen.
    Hari gini seorang cewe berharap pada pasangannya untuk financial security??? She’s not even a decent woman.
    3. Dia ga punya (atau kekurangan) manner.
    Sungguh tidak beretika dan tidak anggun seorang perempuan bicara hal seperti itu di depan soerang pria. Be it “bohong2an” atau pun betulan.

    Tapi dari sudut efektifitas, cara itu sungguh ampuh. Tapi kalo itu cowo mulutnya kaya sumur, ya rusak sudahlah image cewe serampangan tersebut huehe

  7. Feli, as usual, your comments shake off the others:)

    Ya, ampuh memang, dan yang nomer 1 – 3 di komenmu itu memang worth pondering upon by women.

    PID

Leave a Reply