Good Bye For Now

“Life is a series of hellos and good-byes. And now I’m afraid it’s time to say good bye again”.

Itu adalah penggalan lirik lagu “Say Goodbye to Hollywood” oleh Billy Joel tahun 1989. Lirik itu mengesankan sekali buat saya pribadi karena mengingatkan begitulah hidup ini. Pada saat kita mengucapkan “Hallo” ke seseorang ketika berkenalan, pada ujung yang jauuuh sekali disana akan ada momen dimana kita mengucapkan “good-bye” kepada orang itu.

Tak terhindarkan. Bahkan kepada orang tua kita pun hal itu akan terjadi. Mereka mengucapkan “selamat datang, baby!” ketika kita lahir dan kita mengucapkan “selamat tinggal” kepada mereka ketika kita menempuh hidup baru, menikah, dan membina keluarga baru.

Guru-guru menyambut saya di bangku sekolah dengan ucapan “selamat datang dan selamat belajar”, dan melepas saya ketika saya lulus dari sekolah itu.

Dua sahabat juga demikian, bahkan untuk beberapa di antaranya mereka berpisah dalam dingin dan bahkan dendam karena ternyata konflik tak terdamaikan terjadi di antara keduanya.

Bahkan idola yang tidak pernah Anda lihat secara pribadi juga akan berpisah, dalam arti, setelah sekian belas tahun atau bahkan puluh tahun kemudian, Anda meninggalkannya karena ya memang Anda berubah, menjadi lebih dewasa dan berwawasan sangat berbeda dengan Anda sekarang. Suddenly you are like, “How come I idolized you so much? You are nobody and we have never met, and I have my own life now. . . .”. Diri Anda beberapa belas tahun ke depan tidak akan menjadi penuh hanya karena mengidolakan seseorang yang ketemu atau kenal secara pribadi pun tidak.

Karena perpisahan pada dasarnya membuat sedih, beberapa orang berusaha menyamarkannya dengan mengembel-embeli “sampai jumpa lagi kapan-kapan”. Kalau saya harus bilang good bye untuk sementara kepada seseorang, saya akan memperhalusnya dengan mengatakan “Good bye for now”. Untuk seorang tertentu, saya bahkan tidak tega mengucapkan kata itu dan membiarkan dialog terus bergulir sampai akhirnya dia sendiri yang mengucapkan “good-bye for now”. Kata ini nggak ada dalam budaya bahasa Inggris, ya dibuat saja supaya pas dengan tujuannya.

Tapi itu juga berarti bahwa kalau saya mengatakan “good-bye” tanpa embel-embel apapun, saya sudah memutuskan untuk tidak lagi membuat Anda menjadi bagian dari diri dan hidup saya . . . .

2 Comments

  1. Ada ungkapan dlm bahasa Inggris yang sangat manis namun juga lebay mengenai hello-goodbye yaitu … “I want to be your sweetest hello and your hardest goodbye” … Huaaahahaha apa ya ada ya yg kayak gini?? Mungkin hanya berlaku untuk para soulmates yang berjumpa, lalu menikah, berbahagia berdua, namun kemudian harus berpisah karena kematian …

  2. Fiona, ha ha ha, kalau it mah banyak lebaynya. Tapi kalau kisah yang Anda tulis itu, memang ada, contohnya Pak Habibie dan istrinya, almarhumah Ibu Ainun itu ya.

Leave a Reply