Trump dan Ulah Gilanya Tapi Kita Harus Paham

Sebagaimana yang ditakutkan banyak orang, Presiden Amrik Donald Trump akhirnya mengeluarkan salah satu puncak kegilaannya: melarang penduduk dari 7 negara Muslim untuk memasuki AS. Tak ayal, banyak mahasiswa asal Iran atau Irak yang selama ini menempuh studi di AS dan sedang pulang kampung jadi panik karena mereka tidak boleh memasuki AS lagi. Semua tiket penerbangan dari negara-negara tersebut langsung dilarang.

Gila!

Akhirnya kemarin Mahkamah Federal memutuskan untuk menganulir kebijakan Presiden Trump. Semua penduduk dari negara Muslim kembali boleh memasuki AS. Ini kali pertama saya mendengar ada keputusan Presiden dianulir oleh sebuah lembaga hukum di negerinya sendiri.

Apakah Trump gila?

Tidak! Dia waras dan sadar seratus persen. Kalau kita mau sejenak saja meluangkan waktu untuk menyelami alasannya kenapa dia mengeluarkan kebijakan itu, kita akan paham. Trump tidak ingin negerinya diteror oleh orang-orang yang berasal dari negeri-negeri yang memang sudah terkenal dengan sarang radikal dan konon punya cita-cita mendirikan negara berbasis agama mereka. Berapa kali insiden bom atau penembakan massal di Amerika Serikat dilakukan oleh orang-orang dari Timur Tengah? Kalau ditilik latar belakangnya, orang-orang ini pada awalnya kelihatan baik-baik saja. Mereka mahasiswa pasca sarjana, atau karyawan biasa di sebuah perusahaan di AS. Lalu entah kesambet setan apa atau termakan bujuk rayu kelompok radikal, tiba-tiba mereka berubah sikap, lalu turun ke jalan menembaki orang lain, atau melakukan aksi bom bunuh diri.

Kalau kita menjadi orang seperti Trump yang punya sebuah wilayah perkampungan dan sudah banyak kali diteror oleh beberapa orang dari kampung sebelah, apa lantas kita gila kalau kemudian melarang orang-orang itu masuk ke wilayah kita? Apakah kita gila kalau kemudian membangun portal atau bahkan tembok pembatas sekalian yang mencegah orang-orang dari kampung sebelah masuk ke wilayah kita? Tidak kan.

Jadi se”gila-gilanya” Trump, sedikit banyak saya bisa memahami alasan yang membuatnya melakukan langkah kejam itu. Untungnya, sebagian elemen pemerintahan Amerika Serikat sadar bahwa tindakan itu bertentangan dengan konstitusi Amerika Serikat, sehingga Mahkamah Federal langsung memutuskan untuk tidak mematuhinya.

Tapi, sebentar, mari kita simak apa pendapat rakyat AS sendiri tentang kebijakan kejam Trump itu?

Celaka, ternyata yang tidak setuju hanya 41%! Sisanya setuju bahwa AS memang harus mencegah orang-orang dari negara-negara Muslim masuk ke AS!

Leave a Reply