Belajar Keroyokan

Hampir semua jenis ilmu memerlukan kemauan untuk membaca. Bahkan ilmu sepraktis coding pun memerlukan membaca instruksinya sampai terperinci. Dalam suatu kelas di jaman Millennials berkuasa ini, kegiatan membaca yang nampaknya makin tidak disuka itu sebenarnya bisa dilakukan secara keroyokan: membaca beberapa bagian yang panjang dan rumit secara bersama-sama, kemudian berdiskusi saling tukar menukar penggalan informasi yang didapat dari teks tersebut.

Beberapa tahun yang lalu saya mempraktekkan kegiatan ini di kelas Language Testing, namun ketika itu yang terjadi adalah para mahasiswa membaca beberapa bagian yang berbeda kemudian saling tukar menukar informasi tentangnya. Yang saya gagas berikut ini tidak seperti itu: mahasiswa akan membaca secara bersama-sama sebuah bagian yang sama, kalau perlu membuat catatan-catatan kecil, kemudian berdiskusi untuk saling tukar menukar informasi yang didapatnya.

Misalnya, ada satu teks panjang tentang teori linguistik. Setelah membacanya dalam kelompok-kelompok kecil, kelompok-kelompok itu lalu bertemu, dan akan terjadi dialog seperti ini:

“Definisi linguistik adalah studi tentang bahasa dan segala atributnya”

“Ya, ya, benar, aku juga menemukan definisi itu di paragraf ketiga”.

“Bahasa manusia berbeda dengan komunikasi hewan.”

“Ya, ya, betul, tapi ada istilahnya untuk ciri khas bahasa manusia itu. Apa ya namanya?”

“Ini, istilahnya design features. Ini ada di bagian akhir paragraf ketiga.”

“O ya, ya, ok, I got it.”

Demikian seterusnya, sehingga yang akhirnya terjadi adalah saling mengkonfirmasi pemahamannya, dan saling menambahkan informasi, atau mengoreksi satu sama lain tentang konsep-konsep yang diuraikan di teks panjang tersebut.

Pada akhir kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa memiliki pengetahuan yang lebih utuh dan lebih dalam daripada ketika mereka membacanya sendiri-sendiri di awal tahap.

Layak dicoba.

Leave a Reply