Belajar dengan Metode Feynman

Richard Feynman kalau saya tidak salah adalah seorang pakar fisika terkemuka. Namun namanya banyak juga dikaitkan dengan salah satu teknik belajar. Setelah menulis tentang belajar keroyokan di posting sebelumnya, saya akan membahas secara singkat Teknik Feynman ini.

Teknik Feynman sebenarnya sederhana saja dan tidak jauh berbeda dari apa yang kita sudah lakukan sejauh ini sebagai murid dari jenjang SD sampai S3. Jadi, yang pertama sekali adalah membaca dan memahami sebuah konsep. Karena konsep yang harus dipelajari kebanyakan rumit alias kompleks, maka membacanya harus teliti, diselingi membuat catatan atau visualisasi berupa bagan atau gambar.

Setelah itu, tibalah ke bagian yang terpenting. KIta mengulang lagi isi konsep tadi dengan membayangkan kita sedang menjelaskannya kepada seorang anak kecil, atau kepada seseorang yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang konsep itu. Disinilah letak tantangannya. Kita harus bisa menjelaskannya dengan cara sedemikian rupa sehingga penjelasan itu utuh, namun cukup sederhana untuk dipahami. Jadi ingat prinsip yang dikemukakan oleh Einstein: “kalau Anda belum bisa menjelaskan konsep rumit dalam bahasa yang mudah dipahami oleh awam, berarti Anda belum menguasainya”.

Jika ternyata kita masih tersendat-sendat dalam menjelaskan, maka kita ulang kembali membaca bagian tersebut sehingga lebih paham. Lalu kita membayangkan menjelaskan lagi. Demikian seterusnya sehingga kita bisa menjelasakan dengan baik, utuh, namun tidak sangat rumit.

Saya mencoba sendiri teknik ini untuk mempelajari konesp tentang synapses, yaiu celah antara dua saraf otak yang disebut neuron. Ternyata memang cukup menantang. Konsep synapses itu sendiri padat, saling terkait disana-sini sehingga membacanya sendiri perlu waktu lama. Namun setelah membaca dan mencoba menjelaskan kepada seorang pendengar imajiner, saya bisa merasakan manfaatnya.

Jadi, sekali lagi, layak dicoba.

Leave a Reply