Speaking: Teruslah Berbicara!

Ketika tiba saatnya untuk berbicara dalam bahasa sasaran, ingatlah satu hal yang agak melegakan: ujaran Anda tidak harus seratus persen sempurna, seratus persen gramatikal, atau seratus persen diucapkan dengan benar. Dalam ilmu pembelajaran bahasa, dikenal istilah “keterpahaman”. Ini mengacu pada seberapa baik orang lain bisa memahami ujaran Anda. Nah, asalkan pengujaran Anda mengalir dengan relatif lancar (tidak terlalu banyak jeda), kesalahan-kesalahan kecil relatif bisa diterima dan tidak mempengaruhi keterpahaman ujaran Anda itu. Dengan kata lain, orang lain—bahkan penutur asli sekalipun—masih bisa memahami apa yang Anda maksudkan.

Saya sering mengamati beberapa rekan yang masih dalam tahap memperkuat bahasa Inggrisnya. Ketika mereka bicara, kesalahan-kesalahan ucap, kesalahan-kesalahan tata bahasa (mengucapkan “can to study”, bukan “can study”; “it can be happen”, bukannya “it can happen”) dan kesalahan-kesalahan collocations tidak terlalu banyak mempengaruhi keterpahaman mereka. Orang-orang luar negeri yang kebetulan mendengarkan rekan-rekan saya itu nampak masih manggut-manggut, pertanda mereka masih bisa memahami. Keterpahaman justru mulai berkurang ketika mereka berhenti agak lama, mengucapkan “mmmm . . . .” atau “eemm . . .”.

Jadi pesan dari posting ini sebenarnya sederhana: jangan malu-malu untuk mulai berbicara dalam bahasa yang sedang Anda pelajari. Anda pasti akan membuat beberapa kesalahan kecil, namun jika Anda terus berbicara, mengusahakan aliran ujaran yang lancar, kesalahan-kesalahan tadi akan sedikit terkompensasi. Hasil akhirnya: sekalipun grammar atau pengucapan Anda masih agak payah, Anda tetap bisa membuat orang lain paham.

Manfaat lain adalah: Anda bisa mendapatkan feedback yang konstruktif dari rekan atau guru yang sudah mahir. Anda akan jadi tahu mana kesalahan-kesalahan yang menyolok dan perlu koreksi. Pada kali berikutnya, Anda akan berbicara dengan berangsur-angsur lebih baik. Ok, saya akan membahas ini lebih jauh pada posting berikutnya.

Untuk yang ini, akhir kata saya ucapkan:

Keep on speaking!

Leave a Reply