Komunisme Gaya Baru

Ternyata bukan hanya kue spiku yang berlabel Gaya Baru. Menurut beberapa pihak yang dirundung gejala parno (paranoid), komunisme pun ternyata juga bergaya baru. Disingkat KGB, Komunisme Gaya Baru ini dikabarkan atau lebih tepatnya didesas-desuskan sedang mengintai bangsa Indonesia untuk dijadikan negara berideologi komunis.

Padahal sejak runtuhnya Uni Soviet, komunisme sudah dianggap tidak laku. Gaungnya kalah sexy oleh liberalisme yang memang berujung pada kebebasan nyaris mutlak dan gaya hidup hedonis, atau oleh sektarianisme yang sudah sukses mencabik-cabik negara-negara di Timur Tengah mulai Irak, Afghanistan, Suriah, sampai Somalia. Bahwa kemudian masih ada tuntutan sanak saudara dan keturunan para anggota PKI baru-baru ini saya kira itu hanya sebatas dambaan untuk mendapatkan rasa keadilan. Kemungkinan besar juga tidak akan sampai pada upaya perubahan ideologi negara secara paksa oleh unsur-unsur simpatisan komunis ini.

Tapi apa daya. Beberapa pihak di negeri ini nampaknya tidak merasa sejahtera kalau tidak menemukan lawan yang kemudian diteror dan disudutkan untuk bisa mendapatkan simpati publik dan menggolkan aspirasinya. Karena nampaknya mereka tidak suka terhadap presiden, maka apapun yang dia lakukan akan dilabeli sebagai tindakan khas KGB. Apapun yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat banyak, apalagi kalau itu gratis, akan langsung ditandainya sebagai upaya KGB untuk menarik simpati rakyat. Kartu Sejahtera untuk rakyat adalah komunis, kartu sehat untuk rakyat itu komunis, blusukan untuk rakyat juga komunis. Namanya juga orang parno, hal-hal yang sejatinya adalah tindakan pemimpin untuk mendekatkan diri kepada rakyatnya akan langsung dicap komunis.

Mereka-mereka yang parno (paranoid) ini memanipulasi salah satu unsur propaganda yang lazim dikenal dengan nama “Fear” (ketakutan). KGB dihembuskan disertai ramalan-ramalan yang ujung-ujungnya menebarkan ketakutan di kalangan masyarakat bahwa jika KGB makin kuat maka jaman gelap tahun 1960 an akan terulang lagi. Pada jaman itu konon tempat-tempat ibadah diserbu PKI dan anggotanya tewas dibantai. Siapa yang tidak takut akan kemungkinan seperti itu?

Apakah penghembusan isu KGB itu akan sukses meraih simpati rakyat banyak? Kemungkinan besar adalah iya. Sejak kalahnya seorang Ahok yang jelas-jelas cerdas dan sudah terbukti berhasil membangun ibu kota dan mengawali pemerintahan yang bersih, dan diperkuat dengan terpuruknya skor kecerdasan literasi orang Indonesia, memang tidak berlebihan untuk menduga bahwa isu KGB akan sukses meraih dukungan dari bangsa terbelakang ini.

Menyedihkan. Mengerikan juga.

Leave a Reply