Buku Yang Aneh

Sebuah buku berjudul “Better Angels of Our Nature” karya Steven Pinker yang terbit th 2011 mungkin adalah salah satu buku teraneh di dunia. Masak 700 halaman hanya digunakan untuk menyampaikan satu pesan bahwa dunia kita ini sedang menjadi lebih damai. Haa? Lebih damai??? Gak salah taa??

Tapi jelas bukan sesuatu gombal-gambul sebab orang sekaliber Bill Gates tidak ragu merekomendasikan buku ini ke para lulusan perguruan tinggi di Amrik. Menurut Gates, inilah beberapa hal dari buku tersebut yang membuatnya merasa pantas untuk disarankan kepada generasi terkini:

Satu, revolusi humanisme. Sejak berakhirnya Perang Dunia II, ada kesadaran umat manusia untuk memperjuangkan kedamaian dan menerapkan sanksi untuk berbagai tindakan kekerasan, perbudakan, pembantaian hewan, dan macam-macam kejahatan lainnya.

Dua, sedang terjadinya revolusi sosial yang memunculkan gagasan-gagasan tentang hak-hak sipil, hak perempuan, hak-hak anak kecil, hak-hak untuk LGBT, bahkan hak perikehewanan untuk para binatang. Pinker percaya bahwa “manusia tidak dibekali dengan insting jahat atau baik, tapi punya semacam pemicu biologis yang memampukan mereka untuk mengarah ke kejahatan atau kebaikan.”

Tiga, pemerintahan di banyak belahan dunia sudah menerapkan sanksi-sanksi yang membuat manusia cenderung menjauhi tindak kekerasan dan kejahatan.

Empat, perdagangan. Karena manusia cenderung ingin mengambil manfaat dari perdagangan, maka manusia lain tidak akan mereka bunuhi tapi mereka jadikan sasaran pasar untuk ditawari berbagai produk. Nampaknya ini masuk akal. Kalau kita mau berjualan barang ke orang-orang di luar negeri, masa iya kita akan menyerang dan menghabisi mereka? Ndak kan? Justru mereka harus dibiarkan tetap hidup dan sehat sehingga bisa membeli produk-produk kita. Hmmm, masuk akal juga.

Lima, gerakan feminis. Gerakan feminis dianggap menetralkan kecenderungan makhluk pria untuk saling membinasakan. Gerakan feminis membuat anak-anak di banyak keluarga menjadi lebih manusiawi dan toleran. Hmm, makanya surga itu memang di bawah telapak kaki Ibu sementara neraka ada di kepalanya para Ayah. LOL.

Enam, kosmopolitanisme. Literasi dan peran teknologi dalam menyebarluaskan berita membuat manusia bisa berempati kepada sesamanya yang berbeda bangsa, suku, dan keyakinan.

Tujuh, dan ini yang paling mendebarkan: peningkatan dalam cara berpikir (reasoning). Peningkatan cara berpikir membuat manusia berpikir lebih dalam dan lebih keras untuk mengakhiri lingkaran setan kekerasan yang tidak berujung dan sia-sia. Maka, kata Pinker “manusia akan menganggap kekerasan sebagai suatu masalah yang harus diatasi bersama dan bukannya sebagai sebuah kontes yang harus dimenangkan.”

Jadi inilah inti sari buku gemblung tersebut. Luar biasa. Bahkan Bill Gates pun mencuit di tweetnya: “memang kedengarannya gila. Wong di media kita baca dan dengar kekerasan dimana-mana, kok si Pinker malah mengatakan bahwa dunia sedang makin damai.” Untuk ini, Pinker menulis lagi satu kalimat dahsyat: “kalau Anda hanya hidup untuk mempercayai apa yang dikatakan media, maka Anda akan mengira bahwa dunia sedang makin kasar. Cobalah untuk menyelami kehidupan sehari-hari secara langsung, maka Anda akan yakin bahwa kita masih punya harapan untuk dunia yang lebih damai.”

Wow yeah!

Leave a Reply